Sort Link

Friday, November 6, 2015

Sunrise di Ujung Indonesia



pagi itu, di depan pantai iboih, yang juga disebut Teupin Layeu, dan diseberang Pulau Rubiah, menantikan sunrise di ujung pulau weh ini. hari itu mendung, ya katanya sih cuaca di pulau seperti weh ini tidak tentu, terkadang cerah tetiba akan turun hujan, dan pelangi bukan hal yg langka di pulau seindah ini.

selepas sholat subuh, saya kembali ke kamar di penginapan yang kami tempati, sebuah kamar berukuran sedang dengan kamar mandi di dalam, dilengkapi dispenser yang selalu siap sedia air panas, televisi layar cembung model tabung, dan kasur ukuran besar untuk dua orang. saya mengambil kamera yang kami bawa dalam perjalanan ini, kamera pinjaman, bersama tripod, yang juga pinjaman. misi pagi ini adalah mengabadikan sunrise di ujung Indonesia.


kapal nya pada gandengan

trip panjang yang telah kami lalui tentu menjadi alasan besar untuk tidak melewatkan momen momen berharga seperti ini. setelah melengkapi "senjata", ditemani segelas teh hangat, saya keluar dari penginapan menuju tepi pantai iboih yang hanya di depan kamar, di seberang jalan. pagi ini sepertinya sedikit mendung, namun ada bagian langit yang tidak tertutup oleh awan gelap yang memberikan harapan akan bersua dengan sunrise.


view dari depan kamar

tripod redih, kamera on, muka sambok masih stedi, deburan ombak yang menyentuh bibir pantai seperti bunyi denting piano yang dimainkan oleh Isyana Sarasvati. Gak kok, saya cuma melebay saja, karena deburan ombak pagi itu masih simfoni alam yang sangat meneduhkan. saya tarik sebuah kursi plastik model malas punya seorang ibu yang biasa berjualan makanan disitu. saya rebahkan badan yang masih berselimutkan sarung berwarna hijau dengan motif kotak-kotak yang dibagian bawahnya berjahitkan label produk sarung teresbut, CNI.

angin pagi itu bukan dingin, tapi sejuk, terkadang bertiup kencang, dan kembali lembut membelai. sambil mengawasi action cam dalam mode videolapse merekam, sesekali saya jepret dengan kamera DSLR pinjaman tadi. karena berkali-kali awan mendung muncul, sepertinya misi pagi ini mulai terkatung-katung, tapi sebisa mungkin tetap dimanfaatkan peluang sekecil apapun untuk mendapatkan sunrise pagi itu.


halo iboih!!

menyadari akan kondisi langit yang berubah-ubah, saya langsung memutuskan untuk mulai jeprat jepret bersama timer, mengambil gambar shilhouette sangat mendukung dengan keadaan seperti ini. walaupun sang mentari malu-malu, tapi saya tetap tidak tahu malu. setelah puas dan berdasarkan info dari seorang bapak yang kebetulan merapikan warung di tepi pantainya, bahwa mendung di pagi hari pada bulan ini memang sering terjadi, tapi sekitar pukul 8 pagi biasanya akan panas, saya memutuskan kembali ke penginapan, karena hari ini kami akan keliling pulau.

postingan ini saya buat setelah lama kembali dari perjalanan yang membuat kita tidak bisa move on.
sunrise di pantai iboih, pulau weh, aceh - 2015.