Sort Link

Tuesday, July 7, 2015

Galeri Masjid















Malam Ramadhan

sebetulnya bisa dikatakan sedikit telat untuk bercerita tentang malam ramadhan, karena kini sudah memasuki 10 malam terakhir. dimana para "pemburu" lailatul qadr semakin intens dengan ibadah untuk mendapatkan kebaikan yang melebihi 1000 bulan serta merasakan kemenangan yang haqiqi pada 1 Syawal nantinya. tapi saya coba beranikan diri untuk sedikit share malam ramadhan saya di tahun ini.

ramadhan selalu memberikan kesan yang berbeda di setiap tahunnya, terlebih di tahun ini, dimana suhu udara begitu panas, di kota Pekanbaru terutama, kabarnya sih karena faktor El Nino juga. selain itu ramadhan bagi saya seperti nostalgia, kembali mengingat tahun-tahun ramadhan yang pernah dilewati dan bagaimana selama ini saya mengisinya, bisa dibilang nostalgia karena juga di ramadhan selalu ada ritual buka bersama, mulai dari teman kecil hingga teman kantor, mulai dari keluarga hingga komunitas. tapi urgensi kali ini adalah bagaimana mencoba membuat ramadhan kali ini lebih baik dari pada sebelumnya, secara pribadi.

alasan paling klise ketika kita kesulitan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita di ramadhan adalah pekerjaan. hal ini lah yang kali ini saya coba tepikan, dengan meminimalisirkan waktu tidur dan meningkatkan frekuensi kegiatan dan aktifitas, salah satunya adalah olahraga, selain ibadah tentunya. untuk target tahun ini adalah full taraweh dan khatam qur'an, yah, semoga masih bisa dikejar hingga malam terakhir ramadhan. 

banyak hal yang selalu menjadi halangan ketika ingin melakukan hal-hal yang direncanakan, namun bagaimana kita bertahan untuk tetap melakukannya adalah sebuah tantangan yang menarik di ramadhan kali ini. ramadhan kali ini saya tidak ingin melewatinya tanpa meninggalkan bekas yang mendalam pada pribadi saya, oleh karena itu saya mencoba lebih keras kepada diri sendiri. Ramadhan ini saya tidak akan pergi ke tempat tidur tanpa melakukan ibadah sunnah, tanpa melakukan aktifitas yang produktif. 

sampai malam ke-20 saya hanya melewati sekitar 3x buka puasa tidak bersama orangtua, dan 2x tidak pergi ke masjid untuk qiyamullail. namun, untuk baca qur'an saya beberapa kali meleset dari target, kekecewaan yang tidak dapat ditolerir tentunya. tapi masih ada beberapa malam lagi untuk membayar kekecewaan terhadap diri sendiri.