Sort Link

Monday, October 29, 2012

Ekspedisi Lima Waktu 2 : Masjid Al-Irhaash

sekitar 3 minggu yang lalu..

perjalanan ini baru dapat saya post karena beberapa hal yang menghalanginya, salah satunya :
"saya terlupa akan nama masjidnya"

hari itu waktu maghrib telah tiba, dan kumandang adzan sudah terdengar hampir di seluruh penjuru kota pekanbaru. saya saat itu sedang melakukan perjalanan dari Rumbai menuju pusat kota, ketika matahari mulai merubah status hari Sabtu menjadi Sabtu malam atau yang lebih akrab disebut Malam Minggu, akhir pekan dimana jalanan pasti akan ramai.
saat itu saya memang sengaja melakukan perjalanan ketika waktu maghrib akan tiba, karena niat untuk mengunjungi suatu mesjid untuk mencatatkan ekspedisi lima waktu di blog ini. :)
 
tepat ketika saya mulai menuruni jembatan Siak III, yang menjadi jembatan terbaru menghubungkan daratan arah Pusat kota dengan kota Rumbai dan diresmikan oleh gubernur yang menjabat, bapak RZ, adzan maghrib berkumandang, dan saya memperkirakan ketika menuruni jembatan akan belok ke sebelah kiri, dan tepat di seberang jalan sebelah kanan, terdapat sebuah mesjid yang didominasi oleh warna lampu kuning dengan arsitektur yang terkesan antik.


tanpa basa basi saya membelokkan kendaraan sematawayang saya ke sebelah kanan memasuki halaman parkir kendaraan dari mesjid tersebut, ya..saya lupa nama masjid tersebut. :(

ketika tiba di halaman masjid, lantai yang didominasi keramik warna hijau dan warna lampu kekuningan menambah kesan klasik dari interior yang telah terpasang di masjid tersebut, plus jendela yang unik dan menarik.


 
 


tempat berwudhu dan kamar mandi berada di samping dari bangunan utama masjid, yang tampak sangat terjaga dan terawat, bersih tentunya. kemudian terdapat dua kamar kecil di bagian dalam, setelah dibagian depan menjadi tempat berwudhu.


 


ketika saya memasuki bagian utama masjid, kesan klasik sangat terasa, nyaman untuk beribadah. ternyata posisi mesjid yang berada tepat di pinggir jalan ramai membuat masjid ini sering disinggahi banyak orang yang akan melaksanakan ibadah. teras yang cukup lapang membuat beberapa jemaah yang ingin beristirahat bisa dengan nyaman duduk-duduk di bagian luar mesjid ini.



meskipun mesjid ini tidak lah terlalu besar, namun suasana yg tercipta disini sungguh sangat nyaman untuk beribadah.




update : saya sudah menemukan nama mesjidnya, silahkan di cek, hehe

Thursday, October 25, 2012

How to Get Drive License

Selasa, 23 Oktober 2012

hari itu tepat pukul 11.00 waktu setempat (waktu dibulatkan, karena jam saya selalu tidak tepat), saya telah berada di Kantor Satlantas Pekanbaru yang berada di dekat Jembatan Siak 1 atau yang akrab dengan panggilan bekennya, Leighton. Ya, hari ini adalah hari bersejarah bagi saya, selaku pengendara kendaraan roda dua, dimana saya (akhirnya) memutuskan untuk mendapatkan lisensi dan izin untuk mengendarai kendaraan roda dua nan apik. betul, ini bukan perpanjangan SIM (Surat Izin Mengemudi), tetapi adalah buat baru, dan jangan anda tanyakan selama ini saya menggunakan dasar apa untuk berani berkendara di jalan raya. Karena saya hanya bermodalkan keberanian dan nekat, karena keinginan untuk mendapatkan SIM yang selalu terkendala, baik dari biaya, waktu, hingga ke prinsip. :p

kembali ke lokasi kejadian,..
alhamdulillah hari ini kota Pekanbaru disinari mentari yang cukup terik, karena biasanya selalu akan datang mendung dan hujan dadakan. hal ini yang semakin menguatkan niat untuk mendapatkan SIM. cerita perjalanan saya menuju TKP langsung saya skip, agar tidak terlalu bertele-tele :D
ketika kendaraan roda dua saya yang berwarna biru dengan tambahan hitam tiba di lokasi, ditemukan beberapa petugas yang mengurus parkir, tepat disamping gerbang bangunan Satlantas. si roda dua biru dengan tambahan hitam telah terparkir dengan manisnya, kemudian seseorang berkelamin pria (penampakannya pria) datang menghampiri, kemudian beliau menyapa dan bertanya, kira-kira seperti ini dialog yg terjadi di antara kami, tentunya dengan penambahan dan pengurangan disesuaikan agar cerita menarik :

A : Saya
B : Seseorang yang tampaknya pria

B : mau ngurus SIM ya dek?
A : (kibas poni karena baru buka helm) ha?! oh, iya om..
B : bikin baru atau perpanjang?
A : menurut loe?! (dalam hati aja)  bikin baru om..
B : mau dibantu dek?
A : berapa om? (2 the point)
B : 430rb AJA,..
A : HA!! (kamera sorot ke wajah) mahal amat om..
B : harga sertifikat sekarang naik, sejak terhitung agustus
A : 300rb aja ya om, silahkan angkut..
B : wah, gak bisa, coba aja k dalam klo gak caya..
A : ciyus? *abaikan* baiklah klo begitu, maap om, duit saya gak sebanyak itu..

kemudian saya lanjutkan perjalanan ke dalam, karena selain dari awal niat klo cuma 300rb, ya udah..tolong diurusin, tapi klo sampai segitu, ya ingat-ingat dosa juga klo gitu :p
setelah ke dalam, saya ke bagian pelayanan, yang kemudian menyuruh untuk :
1. Photocopy KTP rangkap 2
2. Beli Map dengan logo Satlantas
3. Ngurus surat kesehatan

Mekanisme Penerbitan SIM (katanya)


oke, untuk nomor 1 dan 2 mungkin tidaklah masalah, karena di tempat photocopy yang tidak seberapa itu sudah tersedia. kemudian diseblah tempat Photocopy tersebut terdapat ruang kesehatan, yang berarti disitulah tempat makan siang nantinya, ya bukanlaaaaaaa!! disitulah tempat untuk mendapatkan surat keterangan sehat. oke, karena saya masih ganteng, saya masuk dengan gantengnya, didalam sudah terdapat dua orang yang baru saja selesai dengan petugas kesehatannya. saya dipersilahkan duduk, saya sudah bersiap untuk ditelanjangi untuk membuktikan bahwasanya saya sehat. beginilah percakapannya, tidak kurang banyak lebihnya :

A : Saya yg lagi ganteng
B : Petugas Kesehatan yang tidak lebih ganteng dari saya

B : silahkan duduk mas..
A : oke sip, boleh angkat kaki? *abaikan*
B : Nama?
A : Abrar celalu manis..
B : coba lihat fotokopi KTP nya..
A : *menyodorkan sambil malu-malu*
B : tinggi berapa?
A : 168cm
B : Berat berapa?
A : 55kg
B : 30rb
A : (kok gak d periksa ya?) oke..

ternyata yg namanya tes kesehatan buat dapatkan surat kesehatan itu hanya seperti interview. i got it. oke, berarti sampai saat ini dana yang dikeluarkan :

1. ongkos parkir = Rp 1.000
2. ongkos photocopy dan map = Rp 1.000 + Rp 5.000 
3. biaya "tes" kesehatan = Rp 30.000

setelah selesai, saya kembali ke bagian pelayanan. petugas pelayanan yang berada di balik kaca mengajak saya berdialog, kira2 seperti ini :

A : saya yang memohon
B : petugas di balik kaca

A : udah mas, kemudian kemana lagi?
B : oke, sekarang mau ikut tes atau mau langsung photo?
A : ha? emang bs gak ikut tes ya mas?
B : klo gak ikut tes Rp 400rb, klo gak ikut tes langsung ke depan (sambil nunjuk ke arah bagian depan)
A : hmmm, ikut tes aja deh mas..
B : silahkan..

saya menemui petugas di bagian pelayanan tesebut untuk kemudian mendapatkan formulir permohonan SIM. setelah diperiksa oleh bagian pelayanan di bagian depan, saya mengisi formulir di sebuah meja panjang tanpa kursi yang terdapat bersebelahan dengan tempat pengambilan formulir, ternyata di meja tersebut telah terdapat contoh untuk pengisian formulir buat baru dan perpanjangan, sehingga tidak perlu lagi bertanya kesana kemari untuk cara pengisian formulir.

sip, formulir sudah lengkap, kemudian dari bagian pelayanan menunjukkan lokasi yang harus saya tuju, yaitu gedung berwarna orange di sudut kompleks perkantoran Satlantas. tanpa ba-bi-bu, saya menuju ke lokasi yang nantinya akan menjadi tempat melakukan sertifikasi.

Tempat Tes dan Sertifikasi
kini saya sudah berada di gedung berwarna orange yang disebutkan tadi, dibagian dalam, saya disambut oleh dua orang bagian pelayanan, dua orang wanita berbadan sedikit gemuk dengan riasan disana sini bagian wajahnya, beginilah dialog yang terjadi :

A : Saya yang lugu
B : dua orang Mbak dengan badan "bohay"

A : mbak..(senyum tipis cool sambil menyerahkan formulir)
B : roda dua atau roda empat mas?
A : dua aja mbak...udah kenyang..
B : oke, untuk roda dua, sertifiaksi nya 250rb rupiah, gimana?
A : hmmm...(bahasa inggris ya?) harus mbak?
B : syarat untuk dapat SIM kan harus ada sertifikat mengemudi mas..
A : oke deh mbak, saya ambil satu aja..
B : oke, silahkan dibayarkan di bagian kasir..
A : oke mbak..

setelah menghadapi dua mbak yang bulat-bulat, kemudian saya menuju meja kasir yang didalam ruangan kotak berkaca, nama saya didaftarkan untuk mengikuti serangkaian tes untuk mendapatkan sertifikat mengemudi. dengan mendapatkan bukti pembayaran, saya diarahkan menuju ruangan dengan plang "A", yang didalamnya terdapat sekitar 20 komputer, dengan seorang operator dan seorang mentor, tetapi ada seorang lagi yang entah berposisi sebagai apa, abaikan saja.

ternyata saya diikutsertakan dalam kelas pengenalan berkendara, dengan berbekal sebuah buku "Safety Riding". saya belajar seorang diri didalam kelas A tersebut. materi yang disampaikan cukup menarik dan lumayan banyak menambah pengetahuan saya selaku pengendara illegal selama ini, basic-basic berkendara yang disampaikan lengkap dengan gambar sehingga penjelasan yang disampaikan pun menjadi jelas dan menarik. selang setengah jalan kelas pembelajaran, kelas kehadiran anggota baru, saya tidak sendiri, bahagia :D
Buku Panduan
sekitar 30 menit belajar, kami langsung dihadapkan kepada tes teori dari salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikat. soal teori yang terdapat di komputer client yang telah dihubungkan ke komputer server sebagai sumber soal. soal yang diberikan berjumlah 30 soal, cara menjawabnya sangat mudah, akan ada pernyataan dan pertanyaan, jika benar klik kanan pada mouse, jika menurut kita salah silahkan tekan kiri pada mouse. jika pernyataan salah, maka akan diberikan penjelasan mengenai pembenarannya. dari 30 soal, syukurnya saya hanya salah 6, dan saya berhak melaju ke babak selanjutnya.. plok...plok...plok...

karena waktu telah menunjukkan pukul 12 tepat, maka mentor kami memberikan waktu istirahat selama sejam, dan tes akan dilanjutkan pada pukul 1 siang.

agar sampai ke topik pembahasan, masa istirahat kita skip  saja di cerita ini :D

.......................................
tepat pukul 1 siang....

saya sudah berada di gedung tadi, menantikan sang mentor kembali dari peraduannya untuk melanjutkan tes yang tersisa. tidak lama kemudian, sang mentor menggiring saya ke lapangan luas yang terdapat tiang-tiang mini dan ban-ban yang telah tersusun dengan apiknya. setelah memilih motor yang paling unyu, sang mentor memberikan pengarahan kepada saya, ternyata sekarang ujian praktek, hatiku dag-dig-dug...
pelajaran yang didapat di kelas teori, coba di implemtasikan di lapangan, setelah penjelasan singkat, sang mentor memperagakan cara membawa motor melewati 4 jenis tantagan, yaitu :
  1. tantangan berbentuk angka 8 : pengendara diminta untuk dua kali membentuk angka 8 yang dibentuk dengan roda-roda.
  2. tantangan letter U : pengendara diminta melewati track berbentuk letter U
  3. tantangan letter L :pengendara diminta melewati tikungan-tikungan letter L kanan dan kiri
  4. tantangan zig zag :ya tentu saja tantangan berbentuk zig zag

untuk pengalaman saya melewati tantangan ini, saya tidak perjelas saja, bakalan dramatis dan menegangkan nantinya. :p

selesai menjalani tes praktek, maka saya menantikan hasil akhir dan sertifikat hasil dari tes yang akan digunakan sebagai syarat untuk dapat mengajukan permohonan SIM. tak lama berselang, saya menerima sertifikat tersebut, dan untuk administrasi saya dikenakan Rp. 2000. kemudian mbak yang terdiri dari dua orang yang bulat tadi, mengarahkan saya kembali ke bagian pelayanan yang berada di mana awal kami melakukan pertemuan. ya, we are back.

untuk dapat melanjutkan permohonan pengajuan SIM, ternyata harus melakukan pembayaran sebesar Rp 100.000 untuk permohonan SIM baru, terdapat loket Bank BRI di bagian sudut pelayanan, tepat di samping tempat cek kesehatan, tempat photocopy dan kantin. tidak lama, proses pembayaran selesai. kemudian kembali ke petugas pelayanan yang berada di balik kaca, berkas permohonan telah diterima, dan saya di minta untuk menunggu panggilan untuk melakukan photo dan identifikasi sidik jari.

Bagian Pelayanan
 tidak lama berselang, nama saya yang panjang ini terdengar dari suara speaker besar berbunyi cempreng, nama saya di panggil dua kali, kemudian saya memasuki ruang photo yang ternyata tetap mengantri, tidak masalah, sangat tertib. ternyata proses photo dan identifikasi sidik jari bersamaan, seperti pembuatan E-KTP yang dilakukan di kecamatan beberapa waktu yang lalu. ketika melakukan proses photo, saya memerhatikan bahwa posisi kamera yang akan mengabadikan wajah saya nan jelita ini tidak dalam keadaan PW, sedikit miring, eh..tidak sedikit..lumayan banyak miringnya. agak khawatir dengan hal ini, karena jika jadi, mungkin posisi wajah saya tidak cocok dengan kondisi SIM. beginilah yang terjadi :

A : saya yang tidak miring
B : petugas dengan kamera miring

A : (cemas dengan kamera digital tak seberapa yg miring)
B : Oke, kita photo lg ya dek..
A : oke pak...
B : (memperbaiki posisi kamera yang tidak seberapa)
A : (lega, karena petugasnya sadar)
B : coba geser dek
A : (menggeser secara horizontal tanpa sudut miring)
B : bukan, posisi adek yg miring
A : ha?? gini pak? (sambil memajukan bahu kanan dan memundurkan bahu kiri)
B : bukan dek, tapi miring, kek posisi tahiyatul akhir
A : ha?? gini ya pak? (memiringkan badan 30 derajat di sisi kiri)
B : lagi dek
A : (miring lagi sampai 45 derajat, kok bukan kameranya yg dilurusin ya?)
B : ha, cocok, tahan yaaaa.....1, 2, 3
A : (wajah tidak maksimal karena nahan sudut kemiringan yang tidak wajar)

setelah proses photo dan identifikasi sidik jari yang masuk akal, kemudian berkas diserahkan untuk dadata oleh bagian pendataan sebelum diserahkan ke bagian administrasi untuk pencetakan. setelah seluruh proses selesai, berkas sudah diterima oleh administrasi, saya disuruh nunggu diluar, ya..tanpa protes dan perlawanan, saya kembali menunggu diluar.

tidak lama kemudian nama saya dihimbau kembali, ternyata tepat pukul 2 siang waktu jam tangan saya yang telah berganti tali jam nya, tidak original lagi, SIM telah selesai, dan saya resmi mendapatkan izin berkendara khusus roda dua, saya sudah boleh ngojek..

kemudian yang paling penting, saya boleh pulang..

kesimpulan dari cerita saya yang tidak seberapa ini :

biaya calo di parkiran : Rp 430.000
biaya calo di pelayanan : Rp 400.000
biaya secara ilegal :

  1. ongkos parkir = Rp 1.000
  2. ongkos photocopy dan map = Rp 1.000 + Rp 5.000 
  3. biaya "tes" kesehatan = Rp 30.000
  4. biaya sertifikasi =  Rp 250.000
  5. biaya administrasi = Rp 2.000
  6. biaya permohonan = Rp 100.000
maka totalnya adalah : Rp 389.000

tidak jauh berbeda dengan ketika kita dibantu calo. jadi, kembali ke kepribadian dan prinsip kita masing-masing, kita akan menjalani secara resmi, atau lebih mencari jalan pintas.

sekian pengalaman singkat saya dalam mendapatkan SIM.


Slogan Yang Luar Biasa


Wednesday, October 10, 2012

History of HTC – High Tech Computer Corporation

 


HTC (High Tech Computer Corporation) berdiri pada tahun 1997 dan berasal dari Taiwan,didirikan oleh Cher Wang dan Peter Chou.Cher Wang yang bernama lengkap Cher Mi Wang sendiri merupakan anak perempuan dari salah satu orang terkaya di Tawian Wang Yung Ching,pemilik perusahaan petrokimia terbesar di Taiwan.

Sebelum membuat produk smartphone, HTC adalah perusahaan yang membuat computer notebook.Dan sejalan dengan waktu akhirnya HTC membuat dan mengembangkan produk untuk merk lain atau yang biasa dikenal sebagai original design manufacturer (perusahaan yang merancang dan memproduksi suatu produk dan diberi merk lain).Dan sukses pertama kalinya dalam bidang mobile computer (thn 2000) adalah mendapat order dari Compaq (HP setelah diakuisisi).HTC juga memproduksi peralatan untuk Qtek,Dopod,Dell,Fujitsu-Siemens,i-mate dan Sharp.


Dan HTC menjadi terkenal pada tahun 2002,ketika Pocket PC pertama dengan menggunakan OS dari Microsoft.Dan banyak menarik perhatian dari penyedia layanan wireless terbesar di dunia seperti:AT&T, T-Mobile, Verizon Wireless, Sprint Nextel, O2, Vodafone and Orange.

Tahun 2006 menjadi titik balik bagi HTC karena mulai menawarkan produk smartphone dengan merk sendiri HTC.Dan pada awal tahun 2006,HTC meluncurkan alat baru yang powerfull dari sisi form factornya yaitu: HTC Advantage, dengan layar sebesar 5″,keyboard QWERTY yang dapat dilepas.

HTC mulai merancang peralatan handheld dengan sistem sentuh dan wireless pertama di dunia pada tahun 1998.Dan HTC terkenal dengan inovasinya.Dan produk-produk HTC menawarkan kemudahan dalam pemakaiannya,dan produk-produknya mencakup mobile multimedia,wireless dan internet.Dan selalu menjadi yang “pertama di dunia” dalam berbagai hal,seperti:

-PC ukuran telapak (palm-size PC) berwarna pertama (1999).
-Microsoft Pocket PC pertama (2000).
-Microsoft Wireless Pocket PC pertama (2002).
-Microsoft Powered Smartphone pertama (2002).
-Microsoft Smart Music Phone pertama (2004).
-LCD display ukuran besar 2.8″ TFT touch-screen pertama
-Microsoft 3G Phone pertama (2005).
-Microsoft Windows Mobile 5.0 Platform Phone pertama (2005)
-Tri-band UMTS 3G device on the Microsoft Windows Mobile platform pertama (2006).
-Microsoft Windows 5.0 Smartphone (2006).
-Tri-band UMTS PDA pertama.
-Intuitive touch screen to allow finger tip navigation pertama (June 2007).
- Android OS phone pertama di dunia – HTC Dream (T-Mobile G1)

Dan kalau kita lihat diatas banyak produk dari Microsoft,karena memang awalnya perusahaan HTC ini membuat smartphone-nya berdasarkan pada platform Microsoft Windows Mobile.Dan dipilih oleh Microsoft sebagai hardware platform development partner untuk sistem operasi Windows Mobile.Kemudian pada tahun 2009 mulai beralih dari platform Windows Mobile ke platform sistem operasi Android,serta pada tahun 2010 ke sistem operasi Windows Phone.



HTC juga menjadi anggota dari Open Handset Alliance,sebuah group pembuat handset dan mobile network operator yang berfokus padan pengembangan dari sistem operasi Android.Dan hasilnya adalah produk HTC Dream yang merupakan produk handphone Android pertama.

Faktor utama yang membuat HTC menjadi besar adalah pada ide inovasinya.Dan melakukan investasi yang sangat besar pada R&D(research and development) yang dapat dilihat dari jumlah pegawai di bidang ini hampir seperempatnya.

Pada Juni 2007 HTC meluncurkan seri HTC Touch sebagai hasil riset dari bagian R&D yang terus menerus.Dan inovasi dari HTC Touch ini adalah TouchFLO yang memungkinkan kita cukup menyapu layar dengan menggunakan jari untuk masuk ke isi,kontak dari smartphone. HTC telah menjadi perusahaan yang berkembang sangat cepat di pasaran smartphone,dan mendapat pengakuan no.3 dari Business week sebagai perusahaan teknologi terbaik pada tahun 2006.Dan tahun selanjutnya menjadi urutan no.2 di Asia.

Dan sesuai dengan misi mereka yaitu menjadi pemimpin dalam bidang peralatan komunikasi dan informasi mobile dengan selalu menyediakan value-added design,sebagai pabrikan kelas dunia.HTC berkomitmen untuk menjadi penggerak bagi pertumbuhan dan menambah kemampuan bagi teknologi smartphone.

[sumber:phonearena,wikipedia,HTC]

Tuesday, October 9, 2012

Ekspedisi Lima Waktu 1 : Musholla Al-Irham

Minggu, 7 Oktober 2012..

perjalanan diawali pagi ini, setelah menuntaskan kegiatan sablon menyablon bersama rekan di workshop, saya beranjak sekitar pukul 9 pagi. tentunya rutinitas pagi telah dilalui terlebih dahulu. tujuan pertama adalah ke kantor, untuk menikmati secangkir teh hangat dengan roti isi kelapa.

agenda siang ini adalah gathering rutin dari Rumah Langit.

pukul 12, saya telah berada di rumah sobat kental saya sejak awal kuliah, Putra. kemudian sekitar lepas adzan dzuhur, kami berhembus menuju daerah Rumbai, tepatnya kami menuju rumah sobat lainnya, Yayay, karena rumah beliau menjadi tempat gathering kali ini.

misi awal kami adalah nostalgia di tempat makan masa kuliah lalu, ampera 6 ribu tentunya. setelah hasrat makan terpenuhi, kami melanjutkan perjalanan menuju TKP. namun, keinginan untuk menghiasa blog dengan perjalanan sholat lima waktu di tempat ibadah yang berbeda menginspirasi, sehingga kami memutuskan untuk menunaikan Dzuhur di sebuah Musholla yang menurut kami lebih baik dikatakan sebagai Masjid.


berlokasi di Jalan Umban Sari, tepat di pinggir jalan, sehingga tidak lah sulit menemukan lokasi dari Mushollah Al-Irham ini. ya, nama Musholla ini adalah Musholla Al-Irham. gedung berlantai dua ini didominasi warna putih dengan lapangan yang cukup luas. tempat wudhu yang mumpuni dan nyaman sepertinya menjadi nilai tersendiri untuk musholla ini.


tenang, jangan panik..
itu adalah rekan saya, yang telah saya sebutkan di atas, Putra. beliau bukan berniat memberi (maaf) pantat, tetapi saya mengambil photo ketika beliau sedang berwudhu. semoga tidak membuat mata anda berdarah.


WC yang bersih dan tempat berwudhu yang gampang diakses menunjukkan bahwa musholla ini terawat dan menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah.

berikut beberapa sudut dari musholla :

 

gambar di atas adalah sudut dari tempat berwudhu dan WC, terdapat halaman dan tempat tank air yang tepat berada di pinggiran WC.



ini merupakan halaman belakang dari musholla dilihat dari teras bagian luar dari musholla. juga bisa menjadi tempat parkir kendaraan roda empat.


tempat parkir yang nyaman dan aman sepertinya menjadi salah satu fasilitas yang mendukung kenyamanan dari jamaah untuk beribadah dengan khusyuk tanpa perlu khawatir dengan keselamatan kendaraan mereka.



dan ini adalah teras bagian yang menghadap ke halaman belakang, sungguh bersih, buat pengen selonjoran.


ini adalah teras bagian depan mesjid yang terbuat dari batu alam. kesan elegan nya dapet. dari bagian ini, kita langsung menuju tangga atas yang menjadi tempat sholat, karena di bagian bawah adalah bagian untuk Madrasah.

berikut adalah penampakan bagian dari dalam musholla, suasana yg nyaman langsung terasa ketika kita membuka pintu masuk yang berada tepat di ujung tangga tempat kita menuju lantai dua.

gambar di atas adalah tangga menuju tempat sholat




bagian dalam mesjid


tempat imam dan muadzin


bagian dalam dari musholla


pembatas antara pria dan wanita dengan tirai berwarna hijau


 lihat bagaimana sobat saya dengan nyaman nya bersemedi setelah sholat dzuhur


jam digital yang kini menjadi tren untuk musholla dan mesjid di seluruh dunia (mungkin ya).

musholla satu ini memang memberikan kesan nyaman dalam beribadah. yang menjadi pertanyaan bagi kami adalah mengapa masih dikatakan musholla dengan fasilitas dan standar yang seharusnya sudah bisa dikatakan sebagai masjid. tapi terlepas dari itu, tempat ibadah yang nyaman merupakan salah satu faktor penting membuat jamaah berbondong-bondong untuk datang. seperti kita ketahui bersama, di zaman modern sekarang ini, musholla dan masjid seringkali hanya ramai ketika sholat jumat, sholat tarawih, sholat hari raya, pengajian. namun, ketika di waktu sholat fardhu, jarang sekali satu saf penuh.

syukron musholla Al-Irham, kami akan lanjutkan ekspedisi kami ke Musholla dan Mesjid lainnya.

bismillahi tawakaltu 'allallah...

Era Baru (lagi)

assalamualaikum sobat blogger sekalian..

lama sudah tidak melakukan pembenahan dan pembaruan untuk blog ini, dari segi posting dan tampilan blog ini...

berhubung dalam beberapa bulan ini, alhamdulillah, dilimpahi inspirasi untuk kembali mengisi blog ini, akhirnya hari ini saya putuskan untuk kembali ke dalam dunia blog...untuk kembali berceloteh dan bercerita di blog ini...

dalam beberapa postingan yang akan hadir, saya menghadirkan beberapa cerita tentang ide-ide baru untuk cerita dan cara memaparkan petualangan seru sebagai seorang blogger tentunya...hehe

semoga ide segar dan baru yg akan hadir bisa memberikan berkah dan membuat tetap dengan senang hati untuk terus memposting cerita di blog ini...tentunya dengan sokongan dan support dari sobat semuanya...lets blogging (again)

happy bloging everybody...