Sort Link

Thursday, November 18, 2010

Sembilan Belas

hai Lia Agnesty,...

terimakasih kamu masih disini, tetap bersamaku, dengan keterbatasanku, kekuranganku, keegoisanku, dan berbagai hal tentang saya. terimakasih telah menjadi teman seperjalanan hingga detik ini.

untuk menghargai dedikasi kamu selama sembilan belas bulan ini, maka saya dedikasikan posting kali ini untuk kamu.... :)




mungkin tanpa saya sadari, selama ini saya terlalu santai dalam menjalani hubungan ini, menganggap semuanya bisa diatur dan dikendalikan. tanpa saya sadari bahwasanya ada dua pribadi, ada dua pikiran, ada dua kepentingan yang harus dipikirkan yang berasal dari dua pribadi. saya mungkin juga pernah menganggap hubungan ini hanya sebatas dua sosok, tanpa menyadari bahwasanya banyak sosok yang terlibat dan terpengaruh dengan hubungan ini. pelajaran nomor satu.

saya akui saya bukan orang yang cukup peka untuk bisa mengerti, dan saya juga bukan tipe cowok yang sanggup dan mampu atau bahkan bisa berpikir dan bertindak romantis, sedikitpun. kalaupun hal itu pernah terjadi, bisa saya jamin itu adalah ketidaksengajaan, dan sangat jarang terjadi. saya bukan cowok yang bisa hadir di waktu malam hari, berdiri di depan rumah si pacar dengan membawa sekotak coklat dan setangkai bunga mawar segar yang susah payah ditemukan di toko bunga hampir di seluruh kota. saya juga bukan tipe cowok yang rela bersusah payah menyiapkan kado ulang tahun paling yahud dan tidak terlupakan untuk si pacar, seperti membuat video dokumenter, menghubungi orang tuanya untuk mengajak bekerja sama, atau bahu membahu dengan temannya untuk memberikan kejutan di pergantian hari yang menandakannya bertambahnya umur. saya adalah lelaki spontan, cuek, santai, dan yang paling pasti adalah menyebalkan. saya sadari itu.

banyak wanita mengidamkan seorang pria yang sanggup hadir di setiap waktu, memberikan kabar setiap waktu, mengajak jalan di waktu senggang, memberikan kejutan kecil yang selalu dinantikan. tapi saya mungkin sama sekali tidak dapat mewujudkan hal seperti itu. saya terlalu kaku, terlalu "mati rasa". hal itulah yang selalu jadi pemikiran saya ketika saya mendapati seorang wanita bermata sipit, berkulit eksotis, menarik, good looking, bersedia menatap mata saya dengan penuh rasa sayang. atau mungkin itu hanya perasaan saya? tapi saya yakin itu. karena saya menyayanginya walau tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya yang baik.

kisah yang tidak biasa dalam memulai hubungan ini, tapi justru tidak pernah bosan ketika dicoba diceritakan kembali, justru banyak hal yang kembali muncul dalam kisah yang coba diingat walau pastinya akan tetap teringat. sosoknya yang dulu tomboi, bergaya cuek dan cenderung kelaki-lakian, suaranya yang indah, adalah sekian dari berbagai hal yang membuat saya tertarik dengan sosoknya. dan kini, kesan tomboi itu hilang entah kemana, yang ada adalah wanita berjilbab dengan penampilan yang kini dipenuhi tanda-tanda wanita sejati. perubahan yang mungkin tidak pernah saya dambakan secara tersurat, ternyata perubahan itu terjadi seiring kisah yang telah dilewati. banyak kejutan dari pribadinya yang sangat saya nantikan setiap datang ke rumahnya atau pun ketika saya menyempatkan diri untuk mengajaknya jalan ke tempat yang sesuai dengan kemampuan saya untuk sekedar membayarkan dia makan atau minum saja.

tidak pernah berhenti untuk tidak memikirkannya, walau jari jemari saya terlalu malas untuk sekedar menekan keypad di handphone untuk sekedar mengabarinya. dan akhirnya ia pun melakukan jurus khas perempuan yang membuat saya harus membujuknya, tapi saya senang melakukan pembujukan, ahahahahaha.
terkadang saya kehabisan akal untuk tetap memberikan kejutan kecil untuknya, saya terlalu takut hal itu dianggapnya biasa, walau nantinya dia mengatakan hal seperti biasa ketika saya memberikan kejutan, "ooooouuuwwww, so sweeet, makasih ayaaaa...".
ahahahaahha....

terkadang saya bisa menjadi lelaki yang mellow karenanya, terkadang saya menjadi lelaki linglung ketika dia memasuki mode manja. berbagi kisah dengannya seperti menumpahkan beban paling berat didalam hidup ini, hingga sangat jarang masalah yang saya alami berlarut-larut. ya kecuali masalah yang terlalu privasi. :)

kesibukan saya yang terkadang mengharuskan untuk mengorbankan waktu bersamanya, terkadang menjadi sebuah masalah kompleks, dan dia hadir dengan memberikan syarat sebagai solusi untuk mengatasi hal tersebut. dia mengerti betapa saya harus bekerja keras untuk mengisi pundi-pundi kecil saya, walau terkadang justru hanya menjadi pekerjaan kosong tak berbekas. ketika saya butuh teman mengeluh, dialah orang yang paling siap sedia untuk menampungnya, ketika ibunda saya yang biasanya menjadi tempat saya mengadu telah dipenuhi berbagai beban yang harus dipikirkannya.

ayi, panggilan kecil yang saya dapatkan dari berbagai refrensi dan saya putuskan dengan alasan saya sendiri. AYI = Abrar saYang lIa. terkesan memaksa, ya tapi begitulah. di samping banyaknya panggilan kecil lainnya, yang paling sering saya gunakan adalah "ayi", ringan, enak, dan menggambarkan apa yang sebenarnya. :)

jenuh? ahahahahah
alhamdulillah, saya belum menemukan masa itu, semoga tidak. hal inilah yang membuat hubungan kami tidak berjalan seperti kebanyakan yang putus nyambung, kami menjalaninya dengan asas terbuka, ketika kami menemukan ketidaknyamanan, langsung diungkapkan, walau terkadang tidak bisa diselesaikan dengan waktu sesingkat-singkatnya, tetapi niat untuk menyelesaikannya dan kemampuan kami untuk menekan ego masing-masing, mampu memudarkan hal itu. 19, mungkin belum terlalu lama, tidak seperti teman saya yang telah memasuki masa-masa kelipatan lima, wow,...tapi kami selalu mensyukuri ketika kami memasuki tanggal yang sama di bulan yang berbeda. dengan masing-masing terus mencoba memperbaiki diri, dan tetap menjaga komunikasi.

Lia Agnesty, mungkin saya bukan orang yang terbaik untuk kamu, tetapi ketika kamu butuh seseorang, maka saya akan sangat bisa diandalkan, saya berjanji akan hal ini.

terimakasih untuk 19 bulan ini, saya tetap menantikan 30, 40, 50,... bulan selanjutnya....atau bahkan hingga saya tidak pantas lagi untuk mendampingi kamu.

aya sayang ayi...happy 19th months aaaay....ilu imu inu...

Monday, November 15, 2010

Belajar Berbagi (Lagi)


yak, kali ini saya ingin bercerita tentang apa yang kembali saya alami dan pelajari dari babak kehidupan yang baru saja saya lewati. kali ini saya dapatkan dari pengalaman yang luar biasa. dan memetik sebuah penghargaan pada interaksi yang terjadi disekitar saya. bismillah, saya ingin berbagi mengenai pengalaman yang mengajarkan untuk dapat menyisihkan apa yang kita dapatkan dari buah kerja keras kita.

bukan bermaksud menggurui atau memposisikan diri sebagai teladan. tapi demi Allah, saya hanya ingin membagi pengalaman saya yang sedikit dibandingkan banyak orang di luar sana. berawal dari ketergabungan saya bersama tim dari White House Inc, sebuah perusahaan milik saudar Febrila Arif Praja, seorang sahabat yang saya kenal sejak tahun 2003. saya banyak diberi kepercayaan, dimulai dari hal-hal kecil, hingga skala yang luar biasa sentral. dan tau kenapa?! saya mencintai pekerjaan ini, walau menguras waktu, tenaga, dan pikiran, tapi saya memperoleh kebahagiaan.

selain saya berada dalam ekonomi keluarga yang pas-pasan, saya adalah tipe orang yang senang berada dalam tekanan, dan sangat menghargai sebuah kepercayaan, dan sanggup menangani tanggungjawab. kali ini saya ambil bagian dalam projek album kenangan dari sekolah MAN 2 MODEL. setelah berhasil menjalin kerja sama, saatnya masuk ke dalam proses pemotretan, menangani banyak kepala dengan banyak tingkah laku ternyata sangat menarik, berbagai tipe anak-anak remaja di masa ini ternyata sangat menarik. selain bernostalgia dengan masa-masa SMA dulu, saya juga kembali belajar bagaimana memimpin sebuah kelompok kecil dalam sebuah urusan kecil yang sentral. bersama dua sahabat saya Reza dan Syahreiza, kami bertualang mengabadikan tiap momen untuk nanti nya dituangkan dalam sebuah karya seni penuh cerita.

tapi kali ini saya akan menyoroti bukan tentag pekerjaan saya, tetapi mengenai makna berbagi dalam interaksi sosial saya bersama rekan-rekan kerja yang sekaligus sahabat-sahabat saya. faktor "manajemen ala talenta", begitu kata saudara Febrila, menjadi ujung tombak sistem kerja kami, santai dan bertanggungjawab, dan yang paling menarik adalah sistem kekeluargaan yang di gabung dengan profesionalisme. i love it. dan seperti pernyataan senior-senior saya di White House Inc. yang mengatakan, "bayaran tidak seberapa, tapi makannya luar biasa", ahahaha. memang hampir di setiap momen kami selalu diisi dengan wisata kuliner, tanpa harus susah payah meminta satu per satu, dengan rasa "ada rezeki berlebih" maka interaksi terasa nikmat, apalagi untuk orang dari kalangan ekonomi seperti saya.

dengan pekerjaan seperti ini, saya telah mulai menikmati hasilnya, yang bisa saya katakan lebih dari cukup, sehingga cita-cita kecil saya, yang ingin memberikan kepada orang-orang terdekat dengan hasil kerja dan keringat sendiri, dapat tercapai, memang belum seberapa, belum sanggup menerbangkah papa dan umi kembali menginjakkan tanah suci, belum bisa membayarkan uang sekolah adik saya, dan bahkan belum bisa membelikan susu untuk tiga ponakan kecil saya, tetapi saya dapat sedikit berbagi kebahagiaan. untuk adik saya yang harus tinggal terpisah karena lokasi sekolah yang tidak dekat dengan rumah kami, entah mengapa, saya jadi sanggup memberi dengan tersenyum, ada kebahagiaan kecil di dalam lubuk hati ini, dimana hasil yang saya berikan berasal dari hasil kerja keras saya. begitu juga untuk keluarga kecil saya di rumah sana. dengan dua bungkus bakso dan sekotak martabak bangka, saya dapat melihat senyum kecil di bibir umi yang berbeda dari senyum beliau biasanya, begitu juga dengan papa saya yang masih dalam masa pemulihan, yang rindu untuk menikmati berbagai macam makanan yang kini menjadi pantangannya. atau untuk ponakan-ponakan kecil saya yang genius, mereka bahagia, dengan pemberian yang tak seberapa, mereka tersenyum, kebahagiaan yang tak terkira, ya Allah mudahkan rezeki hamba untuk terus dapat berbagi. yang paling tak terkira adalah, saya dapat sedikit berbagi dengan teman-teman saya di kontrakan, walau hanya dicicipi sedikit, tapi saya bangga bisa berbagi hasil kerja saya kepada keluarga, teman, sahabat, dan berikutnya sang pacar. :)

saya yang mungkin bisa dikatakan pelit untuk mengeluarkan rupiah, bahkan untuk diri sendiri, dengan berbagi seperti ini, saya belajar untuk tidak diperbudak harta. bukan ingin membela diri, tapi saya bukan pelit, saya hanya tidak ingin berhutang, meminta, dan menjadi beban orang, karena ketika saya berhutang, maka saya akan mendapatkan tekanan untuk membayarnya. dan bisa menjadi beban. ya, kebiasaan saya sejak kecil yang terkadang harus mendapatkan repetan dari umi dan papa yang melihat badan saya semakin kurus setiap pulang ke rumah.

kebahagiaan kecil ini menjadi penyokong semangat saya untuk terus berkarya, sukses dalam akademik dan dunia kerja. mengejar target untuk berbagi kebahagiaan kepada keluarga saya yang telah lama harus menahan getirnya cobaan hidup, dan wacana untuk bangkit mengajarkan saya untuk dapat berbagi sekecil apa pun itu, seperti yang sering dilakukan ibunda saya, yang selalu memberi walau di keadaan terjepit sekalipun.

ketika dua hari yang lalu, saya menempuh perjalanan bersama ibunda saya, umi, saya menikmatinya, saya belajar mengerti beliau, beliau yang begitu sangat peduli dengan lingkungannya, tak perlu kenal dengan orang tersebut, rasa sosial nya yang tinggi menunjukkan betapa ibunda saya ini adalah orang yang sanggup berbaur dengan siapa pun. dari kalangan mana pun. dulu nya saya sangat tidak menikmati kebiasaan ibunda saya yang selalu turun tangan kepada masalah yang sama sekali tidak ada sangkut paut dengan kami. tetapi lama kemudian saya menyadari betapa mulianya sikap dan hati ibunda saya tercinta. beliau sanggup menolong di saat sempit, sanggup berbagi walau itu sedikit sekalipun.

terimakasih ibunda yang mengajarkan pribadi ini untuk sanggup berbagi kepada sesama tanpa harus mengharap balas. berbagi adalah kenikmatan spritual, kenikmatan yang tidak dapat kita gambarkan dengan rasa atau pun rupiah. terimakasih Allah yang telah melibatkan diriku dalam kehidupan yang indah ini. belajar berbagi? kenapa harus berhenti, terus dan terus pelajari dan praktekkan. :D

Thursday, November 11, 2010

From Zero to Hero

berdasarkan judul di atas, pikiran kita akan tersugesti dengan banyak pernyataan orang yang menggunakan statement ini, termasuk beberapa iklan olahraga atau sebagainya. ya, dari tak ada apa-apa menjadi sesuatu, kurang lebih mengandung makna seperti itu. walau kali ini posting terlambat sehari untuk bercerita mengenai pahlawan, tak tak ada salahnya ketika kita ingin mengungkapkan sesuatu, ketimbang tidak sama sekali. bangga sebagai bangsa Indonesia yang dilimpahi beragam pahlawan di bidang dan masanya masing-masing. mulai dari zamannya masih kerajaan hingga zamannya sudah rezim atau bahkan masa teknologi menguasai dunia. pahlawan akan terus bermunculan dengan berbagai hal yang mereka sumbangkan untuk khalayak banyak.


superhero, mungkin diluar negeri dan mendunia telah kita ketahui adanya batman di gotham city, kemudian ada mas spiderman, belom lagi ironman, captain america dan sebagainya. semua adalah perwujudan kepahlawanan versi imajinasi. namun, bukan berarti dalam realita tidak ada. tetapi justru dengan cara berbeda para pahlawan sebenarnya bukan hanya menumpas penjahat semata, tetapi memberikan manfaat bagi banyak orang. pahlawan kini telah dimaknai secara luas, walau terkadang kita masih terfokus pada pahlawan yang mampu menumpas kejahatan kasat mata.

mungkin makna pahlawan tanpa tanda jasa sudah akrab di telinga kita, ya, sebuah penghargaan yang sangat tinggi untuk tenaga pendidik, bukan tenaga pengajar. harap di bedakan antara tenaga pendidik dan tenaga pengajar. tetapi di balik arti pahlawan dalam skala besar, bukankah ibu yang berani bertaruh atas nyawanya demi sebuah kehidupan yang baru pantas dikatakan sebagai seorang pahlawan? ayah kita yang dengan susah payahnya merubah dari keringatnya menjadi uang untuk nafkah keluarga? peran-peran kecil dalam kehidupan kita lainnya juga adalah pahlawan bagi kita. jangan persempit arti pahlawan dalam hidup kita. Rasulullah yang telah menjadi pahlawan dunia untuk mengeluarkan zaman terkutuk menjadi zaman yang penuh dengan kesempatan untuk melakukan kebajikan adalah sosok pahlawan yang paling akbar.

bangsa ini berhutang banyak kepada pahlawan-pahlawannya, dan kita masing-masing berhutang besar kepada pahlawan-pahlawan dari setiap babak dan episode kehidupan kita. hari pahlawan memang dijadikan sebagai momen untuk mengenang kembali peran besar para tokoh pergerakan kebangsaan, tetapi kita juga wajib memaknainya lebih luas tentang makna satu kata, "pahlawan".

jadikan diri kita pahlawan untuk diri kita sendiri, keluarga, agama, bangsa dan negara, bukan tidak mungkin dunia pun suatu saat akan menjadikan kita pahlawan dalam sebuah peran kita dalam kehidupan. SELAMAT HARI PAHLAWAN UNTUK PAHLAWAN-PAHLAWANKU!!

Tuesday, November 9, 2010

Belajar Dari Kehilangan

assalamualaikum.
malam ini tepat pukul 22.48, saya memulai untuk menumpahkan pikiran untuk mengisi blog tercinta saya ini. topik terhangat tentunya menjadi pokok pembahasan dari posting saya kali ini. mungkin agak sedikit terkesan duka atau apalah namanya, tapi kali ini saya mengedepankan mengenai sebuah musibah yang menimpa keluarga kecil saya di kontrakan yang kami namakan Rumah Langit. memang tidak sedahsyat musibah yang sedang menimpa bangsa kita saat ini, seperti tsunami di mentawai, muntahan dari merapi di Jogjakarta dan sekitarnya. namun, hal ini tetap menendang dengan sangat keras kepada pikiran saya.


hari ini, tanggal 9 November 2010, Rumah Langit kami di satroni maling yang dengan bangganya berhasil melarikan dua buah laptop sahabat saya dan sebuah PS2 minus kabel-kabelnya dan joysticknya. Dan terakhir baru kami sadari dokumen beserta tas juga lesap di angkut sang penyatron. jumlah yang tidak bisa dikatakan sedikit, kerugian dari kelengahan yang mungkin bisa dikatakan buah kelalaian kami selama ini. faktor kebiasaan mungkin jadi hal paling fatal dalam kejadian ini.

untuk kronologisnya pun saya terasa sangat berat untuk menceritakan reka ulang kejadian, silahkan kunjungi situs Rumah Langit. yang ingin saya bahas kali ini mengenai efek pra dan pasca tragedi.

selama ini kami terlalu lemah terhadap peraturan yang telah kami sepakati bersama, mengenai keselamatan dan keamanan rumah dan sekitarnya. teguran yang sangat keras untuk kami dalam menjalani awal-awal kehidupan berpisah dari rumah dan harus menjalani kehidupan di rumah "sendiri". terkadang ketidakpedulian memang menjadi masalah utama, prinsip yang mengatakan "barang teman barang kita", yang sering tidak disepakati banyak orang ternyata di saat ini bisa sangat dibutuhkan, ketika kita merasa barang sahabat atau teman kita seperti milik sendiri, maka kita akan menjaganya, merawatnya selayaknya milik kita sendiri, hal ini yang menjadi kelemahan kami. kami terlalu sibuk dengan harta dan barang masing-masing, sehingga milik teman atau sahabat tidak dihiraukan.

bahkan setelah kejadian, masih tampak keegoisan dan ketidakpedulian, dimana teman yang kehilangan terpaksa menanggung kehilangan seorang diri, tanpa kepedulian teman. sebuah pemandangan miris bagi saya pribadi. jujur, saya memang orang yang kini tidak "berada", sehingga bagi saya barang teman sangat berharga, karena saya tahu untuk mendapatkannya sangat sulit, terutama bagi saya pribadi. saya tidak habis pikir bagaimana di saat sahabat dan teman sedang kemalangan, kita masih sibuk di depan komputer atau laptop menikmati "berselancar" di dunia maya, tanpa menunjukkan kontribusi dan kepedulian kepada sahabat, memang kita tak akan sanggup untuk menggantinya, namun kepedulian adalah sebuah cara yang sangat besar efek dan manfaatnya bagi seseorang yang sedang kemalangan. Laknatullah bagi orang yang seperti itu.

ambil hikmahnya, selalu hal seperti ini dikedepankan. memang dan pasti hal ini mengandung hikmah. manusia menghargai segala sesuatunya ketika sesuatu itu hilang. pernyataan barusan dapat di"iya"kan. jangan sampai Sang Khalik menegur kita dengan cara yang keras untuk menyadari betapa buruknya sifat dan kebiasaan kita. cobalah belajar dari sekitar kita, ketika kehilangan cobalah untuk tidak hanya menatap kepada yang mengambil, tetapi lihat kepada apa yang pernah kita lakukan. ingatkah kita dalam sebuah ayat Allah menyampaikan bahwasanya setiap perbuatan kita sekecil buah zarah pun akan mendapatkan balasan yang setimpal, baik itu di dunia atau pun di akhirat, bersyukurlah kita mengalaminya di dunia, maka akan menggugurkan dosa. namun, ketika di akhirat?! apa hendak dikata.

yang kami alami adalah kehilangan, yang bisa dikatakan kecil, keluarga saya telah mengalami sebuah kehilangan yang luar biasa besar. hingga kami belajar mengenai makna roda kehidupan, bagaimana nikmatnya hidup dalam berkecukupan bahkan berlebihan namun mungkin masih kurang mensyukuri, dan seketika Allah membalikkan itu semua, mengajarkan kepada keluarga saya mengenai kata bersyukur.

menunjukkan kepedulian di kala sempit adalah hal yang luar biasa. bagaimana seorang kakek di sebuah kota di negara cina mampu menyumbangkan penghasilannya yang tidak seberapa sebagi penarik becak untuk membangun sebuah tempat penampungan anak-anak. ikhtiar dan tawakal, dua kata yang mungkin singkat namun dapat dimaknai sangat dalam. dan luas tentunya. kembali ke pokok pembahasan saya mengenai akibat perbuatan kita. mungkin di harta kita tersimpan hak orang yang tidak kita keluarkan, maka Allah akan memaksa mengeluarkannya dengan cara yang tidak dapat kita prediksikan.atau mungkin kita takabur dan lupa bersyukur dengan apa yang telah kita miliki, sehingga Allah mengambil kembali itu semua. atau yang lebih menyedihkan lagi adalah ketika kita terlalu angkuh dengan apa yang kita miliki, maka dengan senang hati Allah akan menghilangkan semuanya. hanya dengan Kun Fayakun.

belajarlah dari kehilangan orang lain dengan meningkatkan rasa syukur. ingat semua harta hanya titipan, kita takut kehilangan harta, namun tak pernah takut kehilangan iman. jangan angkuh dengan apa yang kita miliki tetapi teman kita tidak miliki. karena sesungguhnya itu hanya titipan. merasa kehilangan itu manusiawi, namun sebagai muslim kita harus menyadarinya bahwa hidup memang menanamkan makna saling menghargai dengan ada namanya "memiliki" dengan "tidak memiliki" dalam implementasi "mendapatkan" dan "kehilangan".

Sunday, November 7, 2010

Merubah Logo Blogger pada Blogspot

setelah saya menjelajahi kode HTML dan membongkar tutorial untuk merubah logo pada blog saya yang menggunakan hosting dari blogger, dengan mudah saya menemukan banyak referensi untuk melakukannya, seperti pelajaran basic HTML yang kita pelajari, untuk membuat icon, untuk diletakkan pada tab browser, kita harus meletakkan kode tersebut pada daerah antara buka tutup tag title dan untuk merubah logo pada address bar cukup meletakkan kodenya pada buka tutup tag head

contoh tag :



namun, untuk melakukan percobaan ini, sangat disarankan menggunakan browser dari mozzila, firefox. karena jika kita melakukannya pada browser chrome, seperti yang saya lakukan, maka perubahan tidak akan kelihatan, karena dari beberapa sumber di berbagai blog yang saya temukan, mengatakan bahwasanya chrome tidak support atau tidak mendukung melakukan pembacaan perubahan icon pada tab browser atau pun address bar. hal ini lah yang saya alami hingga berusaha menguras mata dan pikiran pada tag-tag HTML yang benar-benar padat.
saya menggunakan design template bawaan dari blogger yang kemudian saya lakukan perubahan disesuaikan dengan keinginan saya dengan menambahkan beberapa javascript di sana sini untuk mendukung tampilan, namun tetap mengedepankan asas good looking dan minimalis yang saya kedepankan. berikut bukti otentik ketika saya melakukan tindakan yang sedikit saya anggap eksperimen tingkat rendah :p

menggunakan firefox :


dengan menggunakan chrome :


silahkan perhatikan icon di address bar dan pada tab browser. :)

Friday, November 5, 2010

2 Jam Untuk Masa Depan

terinspirasi oleh seorang sahabat saya yang lebih dulu menyelesaikan studi nya di universitas, oleh karena itu, saya ingin mencoba menerapkan sebuah prinsip atau perjanjian dengan diri sendiri mengenai masa-masa pembangunan sebuah Pryoke Akhir (PA). yang bisa saya katakan akan sangat berharga dan bermanfaat ketika di kedepannya nanti. telah dibuktikan oleh sahabat saya tersebut. silahkan cek TKP jika anda penasaran dengan sahabat saya yang satu ini. Puja Pramudya



cara paling baik memotifasi diri sendiri adalah dengan menciptakan lingkungan yang nyaman untuk ruang berfikir kita. yang pertama saya lakukan untuk meningkatkan produktifitas pemanfaatan waktu yang saya gunakan adalah dengan menata ulang kamar yang menjadi tempat saya menghabiskan hampir jatah waktu saya sehari yang telah diberikanNya. sumber inspirasi, istirahat, makan, berfikir, mengkhayal, bermimpi dan semua hal yang bisa saya lakukan, saya lakukan di kamar saya yang dihuni oleh sahabat saya, Kurnia Rahman

yang berdasarkan sumber terpercaya, posisi kerja mempengaruhi produktifitas kerja. :D
kemudian membuat banyak perubahan dari pola hidup dan berfikir, ini yang sangat prinsipil tapi paling mendarah daging. menjadi orang yang hidup di lingkungan yang manja, mungkin justru melecut saya menjadi jauh lebih mandiri. terimakasih untuk saudar Febrila yang telah banyak memberi kepercayaan kepada saya untuk melakukan banyak hal. semangat untuk menyelesaikan studi ini pun semakin membara ketika menyaksikan photo-photo sahabat saya di jalan yang jauh dan berbeda mengenakan toga dan berfoto bersama orang tuanya. tetapi justru yang menjadi tantangan terbesar adalah menciptakan sesuatu ketika menyelesaikan studi ini. tapi untuk sementara saya kotakkan dulu pikiran tentang merancang dunia khusus orang dewasa, yang jelas saat ini saya harus menyelesaikan studi ini dengan memuaskan, bukan hanya selesai, tetapi bisa menginspirasi banyak orang. di samping itu, biaya hidup yang sekarang sudah saya usahakan untuk bebas dari orang tua, dalam kategori uang saku, tetap harus digenjot lebih kuat untuk produktif, membiasakan diri hidup dalam tekanan dan deadline justru dapat saya nikmati.

asalkan mengetahui apa yang menjadi tujuan dari perjuangan kita, hidup akan menjadi terarah, salah satu bacaan yang saya temukan dari sebuah blog yang terlupakan alamatnya oleh saya. sebagai motivator, saya justru sering membaca kalimat penyemangat dari motivator terbaik Indonesia, Mario Teguh, melalu facebook beliau, lumayan untuk menyuntikkan semangat dari luar tanpa harus mengeluarkan biaya. :p

oleh karena itu, saya akan kembali ke pencarian bahan studi Proyek Akhir saya. doakan saya rekan-rekan :)

Memulai lebih sulit ketimbang Melanjutkan


mungkin hal ini telah banyak disadari oleh rekan-rekan blogger sekalian. tapi apakah kita dapat melakukan perubahan dari kesadaran kita ini?

sepertinya adalah sebuah masalah klasik yang seperti penyakit abadi. secara jujur saya akui, saya adalah tipe orang yang terkadang untuk memulai melakukan sesuatu butuh perjuangan keras bertarung dengan diri sendiri. tetapi ketika sudah memulai, maka saya akan sulit untuk berhenti. :)

saya hanya ingin sekedar share untuk rekan-rekan sekalian, bahwasanya ketika niat sudah tertambat, jangan sekalipun memberi ruang atau kesempatan untuk mengulur waktu. ketika bisa kita lakukan, langsung lakukan. walau diawal kita melakukannya penuh dengan keengganan atau malas-malasan. tapi yakinlah, ketika kita telah memulainya, maka kita akan sangat sulit untuk dihentikan. apalagi ketika kita telah menemukan feel dari apa yg kita kerjakan. maka saya akan menjamin bahwa akan sangat menyenangkan melakukan sesuatu tanpa harus menundanya.

sebuah contoh kecil, berdasarkan pengalaman pribadi tentunya :p
ketika malam sebelum saya tidur, saya berniat untuk bisa bangun di dini hari atau di 3/4 malam untuk menunaikan sholat tahajud, niat yang saya pasang sangat kuat (ya kira-kira begitulah menurut saya :D ). dan ketika saya beranjak tidur, saya memanjatkan doa kepada Allah untuk dapat membuat saya terjaga ketika sekitar 3/4 malam tadi, dan saya jamin pasti berhasil. dan saya pun terlelap dengan penuh kepolosan, hehehe. setelah memasuki 3/4 malam, saya sedikit terjaga karena tanpa saya sadari saya diingatkan tentang niat saya untuk terjaga di kalan malam dan gelap masih berjaya. oke, saya mulai sadar, namun siapa yang bisa menolak ajakan si bantal untuk terus melanjutkan tidur? dan saya pun berdialog dalam hati, "oke, 15 menit lagi, saya akan bangun, saya ingin memejamkan mata sedikit lagi. kejadian tersebut berulang lagi hingga 2 kali, berarti 2 kali 15 menit, dan akhirnya saya terlelap hingga pagi, dan shubuh pun terlambat. nah, inilah salah satu bukti ketika niat sudah kuat tanpa adanya paksaan dari dalam untuk memulainya, maka niat hanya tinggal niat. pada kasus yang sama dengan perlakuan yang berbeda, justru saya jadi sangat menikmati sholat malam ini, tenggelam dalam tafakur dan kalamullah.

saya katakan secara terus terang, hingga saat ini, saya pun masih sering bertarung dengan keras dengan diri ini, untuk sekedar memulai sesuatu itu. dan saya sering menyesali kekalahan realita pada diri saya, karena saya menyadari betapa berharganya waktu ketika kita menyia-nyiakannya hanya untuk kebodohan dan kesalahan kita sendiri. semoga ini dapat bermanfaat buat rekan-rekan sekalian dan membuat saya pun semakin kuat untuk dapat mempertahankan niat-niat baik ke depannya. terimakasih :)

Monday, November 1, 2010

Tips Menghapus File Corrupt di Flash Disk



Sering kali kita mengalami file yang ada di flash disk kita corrupt, jika dilihat ke dalam, flash disk kita diisi oleh file-file atau folder-folder aneh dengan tulisan-tulisan yang aneh pula dan apabila kita ingin mencoba menghapus (delete) file tersebut, tidak mungkin bisa.


Kawan – kawan nggak perlu khawatir jika mengalami hal semacam ini, berikut tips untuk menghapus file / folder corrupt tersebut:

buka Run >> [ketik] cmd

Kemudian ketikkan command berikut ini :
chkdsk g: /f
Ket :
- g: (adalah path/direktory flash disk kita)
- /f [Fixes errors on the disk]

Tunggu sampai proses berjalan, jika muncul command
Convert folder to file ?[ketik] Y

Jika proses ini berhasil sampai 100% maka kita tinggal delete file/folder yang corrupt tadi.

cara lain kita bisa menggunakan file batch :

buka Run >> [ketik] cmd

kemudian ketik command berikut :
attrib -h F:\*.* /s
del F :\*.*/s/q

Selesai dan sekarang flash disk kita sudah terbebas dari file / folder yang corrupt.
IT WORKS!!