Sort Link

Thursday, October 14, 2010

babak akhir

ya, saya kini telah menapaki tahun terakhir di masa perkuliahan yang terhitung secara normal. dalam kasus politeknik, tidak ada istilah lebih cepat, yang akan terjadi adalah tepat waktu atau molor. rentetan tiga tahun yang telah berlalu sepertinya baru saja dilewati beberapa hari yang lalu, de javu, pernah juga hal ini saya alami di masa Sekolah Menengah Umum. ketika ujung jalan ini nampak akan berkahir dan akan ada jalan yang jauh lebih besar. walau terseok-seok menempuh perjalanan ini tapi saya menginginkan akhir yang manis layaknya sebuah film-film drama happy ending.

banyak hal yang telah saya lalui, banyak juga hal yang telah saya lewatkan. namun, akhirnya dibutuhkan konsistensi atau mungkin kerja ekstra keras untuk di penghujung ini. saya telah melihat ibunda yang berkali-kali harus mondar-mandir untuk mencukupi kebutuhan hidup. saya juga melewati masa di mana ayahanda saya harus menahan sakit hingga saat ini karena usus buntunya terganggu. tidak lupa, saya juga menyaksikan saudara lelaki tertua saya melepaskan masa lajangnya, kakak perempuan tertua saya yang kerepotan mengatasi tingkah tiga orang anaknya yang luar biasa. saudara lelaki saya yang lainnya gonta ganti pekerjaan, dan adik perempuan, si bungsu, yang terpaksa kos untuk menghemat biaya dan waktu agar ia bisa fokus untuk sekolahnya yang kini sudah memasuki masa akhir.

mungkin saya adalah kaum minoritas yang harus harap-harap cemas untuk melangkah ke tahap selanjutnya, tapi tetap tidak menyurutkan niat dan semangat untuk membuat perubahan dalam jalan hidup ini. saya tidak ingin naif, saya pernah mengutuki kehidupan, kenapa saya harus menjalani hal seperti ini, kenapa saya harus mengalami hal seperti ini, banyak yang bergelut dalam fikiran saya. tetapi teringat sebuah kata motivator yang mengajarkan kita untuk tidak selalu melihat ke atas, harus ada balance ketika kita melihat ke atas dan melihat ke bawah. ke bawah untuk belajar mensyukuri dan ke atas untuk terus siap melangkah maju. walau terkadang, jujur, saya sering juga merasa iri, atau sekedar menghela nafas akan sesuatu. alhamdulillah, hal ini mendorong saya untuk tidak berdiam diri, belajar untuk tidak banyak memilih untuk melakukan suatu pekerjaan, selama Allah ridho, maka InsyaAllah berkah.

hidup tak selamanya indah, bukan kah begitu?!

kembali ke kisah babak akhir dari perkuliahan ini. saya coba untuk memperbaiki diri, mulai dari kebiasaan, hingga kemasalah sosialisasi. mulai rajin untuk belajar, termasuk membaca. tidak hanya untuk bersenang-senang, karena selama ini saya masih asyik dengan dunia saya sendiri, sudah bukan masanya lagi seperti remaja. setahun sudah saya belajar untuk mengerti dan menerima, pelajaran yang tidak akan pernah kita dapatkan secara teoritis dalam hidup, seperti kata orang-orang bahwa ada ilmu yang tidak akan kita temui di bangku sekolah atau pun bangku kuliah, hanya dari pengalaman hidup.

saya telah banyak belajar bermimpi. lebih tepatnya belajar bermimpi secara benar, merangkai serpihan yang telah berserakah, seperti itu saya merangkai mimpi, ketika mimpi saya mulai termasuk kategori mustahil, saya akan coba dengan mimpi lain, untuk meraih mimpi besar, saya coba merangkai mimpi-mimpi kecil saya. dan saya sadari, di dalam mimpi saya banyak mimpi-mimpi keluarga saya, bahwasanya saya bermimpi tidak bisa hanya untuk keegoisan dan nafsu pribadi saja. saya punya ikatan yang tidak bisa diputuskan oleh siapa pun kecuali Sang Khalik. ya, selama ini saya lupa akan hal itu.

babak akhir ini akan jadi sebuah lompatan besar dalam hidup saya, seberapa bisa saya mengatur kehidupan saya, seberapa bisa saya mengejar target besar dalam hidup dengan sistem manajemen yang saya bangun sendiri. tidak ada waktu untuk berleha-leha, semua harus dilakukan dan mendapatkan manfaat, sekecil apa pun itu. banyak yang harus dirubah dalam perjuangan ini, terutama dari diri sendiri. mencoba tidak terlalu apatis, tetapi mencoba menjadi ikan yang hidup di lautan luas, seasin apa pun air tempat dia berada, dia tidak akan berasa asin, kecuali mengikuti sejarah ikan asin :)

ketika saya letih atau kehilangan pengangan, saya akan ingat saya ada keluarga, ada orang yang selalu saya sayangi yang akan selalu menyemangati dan menjadi tempat untuk mengadu, dan akan kembali pada semangat yang telah dibangun, atau bahkan akan melebihi yang sebelumnya. biarlah saya susah akan harta, tapi saya bahagia karena cinta... :)

mari bulatkan tekad untuk tidak menjadi apatis dengan keadaan....

Friday, October 8, 2010

Modifikasi Font Photoshop

Dasarnya, kita akan memodifikasi work path(kerangka) yang sebelumnya dihasilkan melalui huruf yang kita tulis, kemudian setelah itu work path yang telah dibentuk ulang kita ubah menjadi vector mask(gambar). Misalkan kamu ingin membuat sebuah poster, kamu bisa menerapkan tutorial ini.

Berikut panduan / tutorial modifikasi huruf dengan photoshop:

Menyiapkan Work Path

Tulislah kata yang ingin kamu modifikasi menggunakan Horizontal Type Tool. Kalau aku menuliskan kata "indonesia" sebagai contoh.

Setelah ditulis, klik kanan teks dengan Horizontal Type Tool hingga muncul popup menu dan pilih Create Work Path.

Kemudian akan muncul work path dipinggir tiap huruf. Lalu buat layer baru dan hilangkan simbol mata pada layer teks yang kamu buat.

Pilih layer baru yang kamu buat, dan work path-mu siap dimodifikasi.

Modifikasi Work Path


Untuk memodifikasi work path gunakan Convert Point Tool, pilih Convert Point Tool.

Mulai modifikasi. Kumulai dengan huruf pertama yaitu "i", pilih huruf "i" maka akan muncul kotak-kotak kecil pada tiap sudut. kotak kecil itu adalah poin yang membentuk work path.
Bayangkan bentuk yang kamu inginkan dan kemudian mulailah membentuk dengan memilih poin (ditandai dengan berubah menjadi kotak hitam) dan menggesernya.

Teruskan ke huruf selanjutnya, dengan ulangi langkah 3.
Kali ini aku akan mengubah bentuk huruf "o" dengan memilih beberapa poin sekaligus pada huruf "o" dan menghapusnya.

Tips: Tahan tombol Shift untuk memilih poin lebih dari satu. Untuk menghapus poin, gunakan tombol Delete.

Dan aku akan menambahkan workpath baru pada bagian yang telah kuhapus sebelumnya. Dengan cara memilih Pen Tool.

Kemudian memilih ujung workpath yang kuhapus lalu meng-klik ujung satunya lagi dengan begitu akan tercipta work path baru.


Menjadikan Work Path Sebagai Gambar

Setelah semua workpath(kerangka) setiap huruf diubah kini saatnya mengubahnya menjadi vector mask(gambar). Masih menggunakan Pen Tool, klik kanan work path hingga muncul popup menu dan klik Create Vector Mask.

Bila workpath sudah berubah menjadi gambar vektor maka layer akan berubah menjadi sesuai di ilustrasi dibawah ini.

Memberikan Warna Pada Gambar Vektor

Setelah diubah menjadi gambar vektor, kita harus memberi warna. Karena vector mask seperti artinya hanyalah jiplakan dari workpath. Gunakan Paint Bucket Tool untuk memberi warna.

Pilih warna yang kamu mau, dan klik gambar dengan Paint Bucket Tool.
Maka gambar telah selesai dibuat dan siap dipakai untuk keperluan apa saja.

Setelah semua tahapan selesai dilaksanakan, berikan efek pada gambar yang telah dibuat agar lebih menarik. Dan berikut adalah gambar perbandingan huruf sebelum dan sesudah dimodifikasi.

intinya dari tutorial ini agar kamu bisa memanfaatkan work path untuk desain yang lebih rumit lainnya