Sort Link

Saturday, July 3, 2010

Mario Puzo: The Godfather, sang godfather


Petikan kata-kata itu yang dipakai Mario Puzo untuk membuka buku pertama novel "The God father" ini. Dalam terjemahan ke versi bahasa Indonesianya, novel ini termasuk novel ukuran tebal (680 hal, 23 cm) dan tentu mahal, he.. he.., ini dikarenakan novel ini adalah bundel dari sembilan buku, buku terakhir merupakan cerita penutup yang singkat.
Buku ini sendiri disusun oleh Mario Puzo dan terbit tahun 1969, 49 tahun usia Mario Puzo merujuk pada tanggal kelahirannya 15 0ktober 1920. The God Father akhirnya terjual sebanyak 21 juta copy diseluruh dunia. Dan di Indonesia diterbitkan pertama kali oleh Gramedia Pustaka pada tahun 2006, tapi jangan salah, Novel ini mampu melintasi waktu sehingga tetap enak untuk dibaca. Dan alur ceritanya pun sangat meyakinkan, kuat.


Mario Puzo menulis jalan cerita dengan cukup menarik, dengan gaya triller. Selain sang Don yang menjadi sumbu cerita, dia mampu menceritakan kehidupan orang-orang disekeliling sang Don itu sendiri. Dengan alur flash back, Mario Puzo juga menceritakan awal kemunculan sang Don hingga menjadi sang tuan besar, yang berkuasa hampir seperti Tuhan. Juga Mario Puzo didalam cerita bisa menerangkan peta mafia di Amerika serikat era 40-an serta pengaruhnya terhadap Amerika dan dunia (karena istimewanya data-data yang disertakan ada yang menyangka Mario Puzo pernah terlibat mafia, tapi ia menyangkal dan bilang kalo cuma melakukan library research). Juga yang cukup menarik, di novelnya dia juga mengkisahkan awal pembentukan Las Vegas sebagai koloni perjudian, yang pada mulalnya menjadi basis kekuatan keluarga keturunan Don Carleone, selain itu disertakan juga sedikit peta mafia yang bersetting di Sisilia.
Cerita ini sendiri sebenarnya merupakan cerita mafia dari dua generasi, yaitu Don Vito Corleone dan dilanjutkan dengan masa awal karier "kemafiaan" Don Michael hingga ia mendapatkan pengakuan.

Diceritakan bahwa Don Corleone ini merupakan penguasa terkuat mafia New York, tetapi karena umur, kekuasaannya mulai digoyang oleh Sollozzo si turki yang dibelakangnya ada keluarga mafia Tattaglia yang bersekutu dengan keluarga-keluarga mafian New York lainnya, juga dengan Barzini keluarga nomer dua terkuat di New York. Sollozo menawarkan kerjasama membuka bisnis narkotika dengan keluarga Corleone. Sang Don Vito, yang memang masih bersikap konservatif menghindari bisnis wanita dan narkotika (sang Don sangat antipati pada dosa dan kejahatan seksual, juga bahkan istri sang Don adalah pemeluk Katolik taat yang pergi ke gereja setiap hari). Dia menolak ajakan Sollozzo, tidak terima ditolak dan adanya potensi mengahalangi bisnisnya, Sollozo dengan perencanaan matang menembak Don Vito, niatnya agar Sonny sebagai pewaris, anak tertua dari tiga putra dan seorang putri Don, mau diajak bekerja sama sepeninggalan sang Don. Malang bagi Sollozo, sang Don ternyata tidak tewas dengan lima peluru menembus tubuhnya.

Bergoyanglah dunia kerajaan bisnis bawah tanah. Mata di bayar mata, Bruno Tattaglia dibunuh oleh keluarga Corleone. Kematian keluarga Tattaglia ini dan kenyataan bahwa Don belum mati menyebabkan Sollozo gentar dan berkeinginan untuk membuat perundingan dengan keluarga Corleone sekali lagi.
Michael anak ketiga Don yang selama ini dikira sebagai anak manis keluarga Corleone diminta menjadi wakil dari keluarga Corleone. Tapi darah mafia dan pergaulan dengan bapaknya menjadikan ia tetap mewarisi sifat mafia, Sollozo dan Mccutty -seorang polisi yang bersedia disogok Sollozo dengan niat menghabisi keluarga Corleone- mati ditangan michael saat perundingan berlangsung. Michel dengan dingin menyarangkan peluru ke kepala Sollozo dan Mccauty dari jarak dekat. Pembunuhan polisi adalah kejahatan besar di Amerika Serikat, karena menjadi incaran baik dari keluarga mafia lainnya maupun oleh aparat keamanan Michael diasingkan ke Sisilia

Selama Michael di pengasingan dan saat Don masih dalam perawatan, Sonny menjadi pengendali keluarga corleone dibantu oleh Hagen sang consigliori, serta Tossio dan Clamenza caporegime Don Vito. Pada suatu kesempatan dan persekongkolan dengan orang dalam keluarga Corleone, Sonny berhasil dijebak dan dibunuh oleh keluarga Tattaglia dengan berondongan peluru, matanyapun ditikam dengan benda tajam. Kejadian ini diketahui oleh Don yang meskipun belum sepenuhnya sembuh turun tangan langsung untuk membentuk perjanjian perdamaian dengan seluruh keluarga mafia di Amerika serikat. Walaupun hal ini sedikit menunjukkan kelemahan Don –karena dia tidak langsung membayar darah anaknya-, tetapi sifat negarawannya dan kehebatannya dalam negosiasi berhasil mempertahankan wibawanya.

Michael dalam pengasingannya di Sisilia menikahi seorang gadis asli Sisilia akibat "sambaran petir", cinta mati pada pandangan pertama terhadap gadis belia yang super elok. Istrinya yang sedemikian dicintainya itu mati pula di bom oleh tangan musuh-musuhnya yang sampai ke Sisilia. Maka, di dalam ketenangan sifat dan perilakunya, Michael menyimpan dua dendam, untuk sang kakak juga untuk sang istri.

Begitu sabarnya mereka menunggu bertahun-tahun guna melakukan balas dendam. Masa perjanjian damai itu adalah masa yang dilewati dengan penuh perhitungan dan pertimbangan demi langkah-langkah selanjutnya. "Balas dendam itu adalah hidangan yang paling enak disantap saat dingin", dan begitulah dendam itu tak pernah hilang, dalam hukum mafia segala darah yang tumpah mesti dicuci bersih dengan darah pula.


Mungkin sudah sering kita dengar kata-kata "mafia peradilan" atau "mafia politik" atau "mafia pendidikan" bahkan "mafia penerbitan" dan "mafia senayan", tapi terkadang kita hanya mangucapkan saja tanpa mengetahui lebih jauh apa itu mafia. Tampaknya buku ini sedikit banyak bisa untuk menjadi bahan rujukan untuk mengetahui mafia dan menjadi bahan perbandingan untuk perilaku mirip mafia.
Mari kita telusuri bagaimana sistem kerja mafia ini, yang dapat dipetik dari buku ini. Tentu saja secara garis besar, karena mafia pun banyak macamnya, ada mafia konservatif dan mafia modern dll.

Hukum Tutup Mulut
Jelas dalam organisasi hitam kebocoran data merupakan suatu hal yang menakutkan dan berakibat fatal. Maka "hukum tutup mulut" sangat dijaga ketat oleh para mafia. Ini dinamakan dengan omerta. –Hukum tutup mulut-, omerta ini juga merupakan judul buku Mario Puzo selanjutnya. Bahkan terhadap orang dekat sekalipun, kepada istri atau anak ada garis batas yang tak boleh dilanggar, ada hal-hal yang tidak dapat dibagi atau informasi yang tak bisa disampaikan.

Hukum Bayar Adil
Keadilan dan Persahabatan, itulah kata-kata yang dijunjung tinggi mafia. Kadang mereka membayar persahabatan di muka dan kadang bayaran yang dibayarkan akan lebih tinggi dari jasa anak buahnya/sahabat/mitranya pada sang mafioso. Yang dimaksudkan disini adalah bayaran berupa bantuan dan ikatan persahabatan yang diberikan, dimana seorang sahabat akan dibantu sekuat tenaga saat sang Don memiliki kekuasaan, tetapi mesti bisa mengorbankan suatu apapun bila suatu saat sang Don mafioso membutuhkan ‘bantuan" dari sang sahabat.
Hukum bayar ini juga merupakan hukum balas dendam, mata dibalas mata.

Ancaman
Bila segala bujuk rayu telah selesai diupayakan, upaya negosiasi terakhir adalah:"Mari bicara baik-baik…." dan jadilah itu adalah pembicaraan atau tawaran terakhir, setelah itu nasib si musuh/teman berunding akan ditentukan dengan "berapa baik" negosiasi berjalan.
Ancaman ini juga ditunjukkan dengan cara-cara "tradisional" mafia dalam menghabisi musuhnya yang terkenal kejam, ini dapat menimbulkan efek jera dan peringatan bagi musuh agar tidak membalas dendam.

Kesabaran
Seorang mafia harus cerdas dalam menahan emosi, sabar adalah hal yang sangat penting. Sonny anak tertua sang Godfather dalam cerita itu, mati karena tidak mampu menahan kesabarannya. Pukulan telak yang pernah dilakukan oleh musuh-musuh Don pada keluarga Corleone merupakan hasil kesabaran, menunggu saat tepat tiba untuk menyerang balik. Michael dibantu Don tua menyusun strategi jangka panjang semasa damai untuk mempertahankan dan membangun kekuatan, dan menekuk musuh-musuhnya di saat waktunya tiba.

Memegang Teguh Prinsip
Mungkin ini adalah dasar segalanya. Saya adalah hukum. Mafioso juga menjunjung tinggi kehormatan dan keadilan, dia memiliki hukum sendiri dan menepatinya. Dia memiliki batasan yang tak seorang pun bisa melanggarnya, jika ada yang berani melanggar maka itu akan mencoreng harga diri sang Don, dan bisa berefek pada kekuatannya di hadapan orang lain. Jadi sang Don selalu menjaga harga dirinya.
Kroniisme
Orang luar menyebutnya gangster atau mafia, mereka menyebutnya sebagai persahabatan. Mereka selalu melindungi satu sama lain, bekerja sama demi kepentingan keluarga adalah nomer satu. Mereka tidak akan segan-segan untuk membunuh pembelot, meskipun telah mengabdi bertahuan-tahun dan sebagaimanapun kedekatan antar mereka di masa lampau. Loyalitas dibutuhkan untuk menjadikan keluarga mafia yang tangguh dan utuh.
Perlindungan diberikan pada anggota-anggota yang loyal tetapi sebaliknya, pengkhianatan adalah dosa yang paling besar dan tak dapat dimaafkan…

Struktur Mafia
Mafia dipimpin oleh seorang Don, tuan besar, dengan tangan kanannya. Tangan kanannya ini selain memberikan nasihat juga akan memberikan pelayanan fisik bagi tuannya (bukan sek he… he.. he..) yaitu sang consigliori, dibawah consigliori ini terdapat caporegime dan masing-masing memiliki anggota rekrutan yang disebut regime. Tingkatan ini merupakan sekat-sekat untuk melindungi sang Don dari hukum, perintah dan tugas diatur sedemikian rupa sehingga apabila diusut tidak akan sampai menyentuh lapisan paling atas, sang Godfather.

Untuk lebih jauh mengenal mafia, mungkin pembaca juga mesti turut pula membaca "mafia manager" terbitan Gramedia, prinsip manajemen mafia ala machiavelli.

Anda berkeinginan menjadi mafia? Siap jadi mafia? Don Vito, sang Godfather punya kata-kata kesayangan: Setiap manusia punya satu takdir…

disadur : http://syairsyiar.blogspot.com/2008/05/mario-puzo-godfather-sang-godfat.html

saya mempunyai bukunya di koleksi buku lemari saya...nice book, great book!!

Judul : The GodFather
Pengarang : Mario Puzo
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Pertama 2006
Buku : 680 hal, 23 cm