Sort Link

Sunday, May 2, 2010

Dilema Bulan


hey bulan...
ternyata hari belum mengijinkan aku menjumpaimu.
aku terlalu terbuai dengan usahaku mewujudkan mimpi-mimpiku.
aku telah terikat erat pada poros perputaran kehidupan.
yang telah memaksa impuls saraf ku bekerja serabutan.
ketika aliran listrik dari sensorik menyapa motorik, aku seperti mesin.
mesin yang bekerja tanpa henti, tanpa mempedulikan dunia.
hanya ada aku dan tujuanku
hai bulan...
aku telah menempatkanmu sebagai bagian dari tujuan mimpiku.
janganlah engkau memalingkan cahayamu.
selalulah bercahaya seakan tiap malamnya engkau adalah purnama terindah.
biarkan aku kembali menggapaimu.
karena aku ingin teduhmu, wahai bulan.
jadikan aku bagian dari cahayamu.
dan bulan...
aku adalah penggemar fanatik malam mu.
jangan biarkan aku berlalu tanpa sayap cahayamu.
aku...
ingin kan engkau, bulan...