Sort Link

Thursday, March 25, 2010

Sebuah Barometer


"mereka bisa, kenapa saya tidak, saya juga bisa!" adalah sebuah pernyataan menjemukan, sekarang adalah "mereka bisa, saya tidak bisa, karena saya punya cara dan hidup saya sendiri!".

Saya teringat sebuah kalimat pembangun yang disampaikan oleh seorang guru saya ketika saya masih duduk dengan manisnya di bangku Sekolah Dasar. Beliau ingin anak didiknya pandai, seperti kebanyakan tenaga pendidik. "mereka bisa, kenapa kamu ga bisa?! kamu pasti bisa". Kalimat itu terus terngiang hingga kini di memori tak terhingga yang tertanam di dalam otak saya. Dan kalimat itu terus saya tanamkan selama belasan tahun di hidup saya, ketika saya melihat teman saya dengan lancarnya melakukan penghitungan matematika super rumit dan sulit, saya bekerja keras, 3 kali lipat dari biasanya untuk bisa melakukannya, dan yang saya dapati hanya mendekati 1/12 dari kemampuan dia.

tidak hanya dalam bidang edukasi, bahkan dalam keseharian pun saya tersugesti untuk terus melakukan yang orang lain bisa lakukan dan dapatkan, sementara saya tidak menyadari bahwasanya saya belum tentu mampu. Seperti ketika teman saya mendapatkan sebuah perangkat yang dia inginkan, maka saya dengan kerasnya banting tulang, memeras keringat, memutar waktu, mengejar pekerjaan untuk dapat mengumpulkan lembaran uang kertas untuk dapat memenuhi hasrat saya untuk mendapatkan yang saya inginkan. Salah memang, tapi hal ini lah yang timbul ketika sugesti "dia bisa, saya juga bisa!". Menyentuh ke dalam dan sangat dalam ke setiap sendi kehidupan. Tanpa menyadari bahwa "Allah memberikan apa yang saya butuhkan, bukan yang saya inginkan".

Belakangan, pengalaman dari perjalanan hidup kembali membuka mata hati saya dengan cara yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. bahwasanya jikalau semua orang pintar, maka takkan ada istilah orang pintar, ada pintar karena ada bodoh, ketika semua orang kaya maka takkan ada istilah kaya, ada kaya karena ada miskin. Seperti alam, yang selalu mencari keseimbangan ekosistem, dan bencana alam adalah sebuah proses menemukan keseimbangan alam. Ketika hidup dibuat satu warna, maka hidup akan sungguh sangat menjemukan, justru dinamakan hidup itu indah karena banyak warna yang tercipta di dalam perjalanan hidup. Saya belajar banyak hal dalam petualangan saya menemukan jalan hidup saya belakangan ini tanpa saya sadari, memang saya ingin suatu saat bekerja di sebuah ruangan ber-AC, di depan sebuah komputer Desktop merk Apple ataupun DELL yang tak memakan space area karena Monitor dan PC tergabung dalam satu kesatuan. Merasakan touchscreen dan touchpad canggih, menggunakan koneksi internet dengan kecepatan dewa. Sambil sesekali menyeruput kopi susu hangat buatan seorang OB yang berdedikasi tinggi untuk perusahaan besar. Tapi saat ini saya menemukan jalan hidup saya yang berbeda dari imajinasi saya selama ini, mungkin untuk saat ini dan kedepannya, saya orang yang tidak bisa duduk manis sambil menunggu perut saya buncit karena kekurangan olahraga dan candu kepada makanan dan minuman mengandung glukosa tinggi. Saya adalah orang yang suka bergerak, bekerja bukan karena untuk memenuhi kebutuhan hidup semata, bekerja bukan karena tuntutan gender dan zaman, tapi saya bekerja karena saya cinta bekerja, dan saya hidup untuk bekerja memenuhi dunia dan akhirat saya kelak. Saya suka melihat dunia, tidak dari balik meja, saya suka menggeluti berbagai bidang, karena saya cinta pengalaman. Hidup saya bukan untuk satu jalan, saya harus menempuh banyak jalan, karena kebahagiaan saya tercecer di banyak jalan, dan saya harus memungutnya satu persatu. Saya berbeda, karena Allah tidak memberikan saya dengan cara mudah, saya harus ikhtiar dan tawakal secara maksimal untuk meraihnya,ini bukti cinta Allah kepada saya.

dari pengalaman ini saya belajar bahwasanya, tak perlu kita bisa seperti orang yang bisa lainnya, ketika mereka bisa untuk menciptakan program canggih dan dihargai mahal oleh sebuah perusahaan, bukan berarti saya harus seperti dia. Saya punya jalan hidup saya, jika untuk menemukan bahagia saya harus berkeringat dan mengoptimalkan otot, kenapa tidak!? Mereka bisa dengan cara mereka, dan saya punya cara serta jalan hidup sendiri, mungkin bukan hanya saya, tetapi anda juga. Jangan menjadikan seseorang sebagai patokan atau barometer kemampuan anda, anda istimewa ketika anda membuat diri anda istimewa, karena setiap kita memang istimewa dengan cara dan kemampuan yang hanya kita miliki. Dia pintar, dia pandai, dia lihai, dia cepat, dia inovatif, dia kreatif, dia kaya, tetapi kita punya jalan sendiri. Jika kita memang harus seperti dia, jadilah dia versi anda sendiri dengan cara anda sendiri.

belajar menghargai untuk dihargai, tanpa harus memandang siapa orangnya. Ketika anda memandang kecil seseorang, maka dengan sendirinya anda membuat diri anda kecil, karena orang yang mengecilkan orang lain adalah orang picik dan orang yang justru lebih rendah dari orang yang anda rendahkan.

Wednesday, March 17, 2010

komitmen

sampai saat ini, sepertinya materi masih menjadi harga mati untuk menilai seseorang itu mapan dan bisa menjamin kebahagiaan. jikalau itu benar, maka dengan bangga saya mengatakan bahwa saya bukan dalam kategori itu. hidup dalam keterbatasan dan kekurangan sudah menjadi trade mark bagi saya. namun cinta yang saya dapatkan dalam hidup ini sangat berlimpah. bagaimana umi yang dahulu menghabiskan waktu sebagai ibu rumah tangga dan melaksanakan kegiatan rutin khas ibu2, kini harus bekerja keras untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga kami, dan usia beliau tidak lagi muda. papa yang di masa keemasannya menjadi orang sentral dalam bidang konsuler di kedutaan besar RI dan orang garis depan yang menangani permasalahan menyangkut TKI, kini di masa pensiunnya harus melakukan pekerjaan yang sangat jauh dari kebiasaannya. semua karena cinta beliau kepada keluarganya. tak pernah menunjukkan beban pada anak2 ketika kami masih menikmati bangku sekolah. kami tidak pernah meratapi apa yg tidak lagi kami punya, dan kami tidak pernah menyalahkan siapa2 dengan apa yg terjadi. karena bahagia yg kami punya adalah kebahagiaan hakiki.

umi selalu mengingatkan kepada kami bahwasanya jgn malu dengan keadaan yang kita jalani, semua itu sudah ada dalam rencana Allah, ikhtiar dan tawakal. jikalau kita kekurangan di dunia, semoga di akhirat kita dilimpahkan segalanya. saya tidak harus malu mengatakan "saya tidak punya", dan saya tetap bisa mencicipi makna bahagia. karena sesungguhnya materi bukanlah segalanya, walau materi bisa memenuhi segalanya. tidak ingin munafik, terkadang perasaan iri tetap timbul dalam hati ketika mendengar atau melihat sesuatu, tetapi cermin besar dalam hati terus menyadarkan bahwasanya belum saatnya saya bisa seperti itu.

hikmah dari keterbatasan dan ketiadaanku justru menjadikan saya lelaki keras, tidak mudah menyerah, dan mandiri. walau saat ini saya hidup di kalangan lingkungan orang yang "berada" dan cenderung manja, dimana untuk mengganti bola lampu saja harus meminta tolong, saya justru mempunyai kemandirian, menyelesaikan dan mengatasi permasalahan lebih dewasa. seperti pepatah mengatakan, keterbatasan mengajarkan kita untuk mandiri dan lebih bertanggung jawab, serta mampu menghargai.

saya sekarang malu untuk terus2an meminta kepada orang tua, walau teman2 saya saat ini yang notabane nya demikian.justru teman2 lama dari masa SMA saya lebih mandiri,yang kini menjadi partner kerja saya. mereka menunjukkan sebuah komitmen menjadi lelaki sejati. memang beda angkatan beda gaya hidup.


Posting Kembali


sudah cukup lama saya tidak memposting di blog saya satu2nya ini, banyak hal yg menyebabkan niat untuk terus mengupdate blog ini tidak kesampaian, jikalau d katakan sibuk, itu bukan alasan utama, tapi saya mengalami berbagai macam hal sehingga ide untuk posting hal-hal yang telah ada dalam pikiran saya menumpuk tanpa bisa dituangkan pada blog ini. saya harus bisa mengatur waktu, dan menyalurkan pikiran saya secara teratur.


entah mengapa, ketika saya tidak mengupdate blog ini, dengan pikiran saya, saya mengalami sebuah fase mati ide. karena biasanya setelah saya memposting satu saja, maka akan banyak hal yg mengalir dalam pikiran, ide melimpah, sepertinya hidup saya yang belakangan tidak teratur tiap harinya menyebabkan ketidakseimbangan psikologis. saya butuh perubahan. dimulai hari ini, saya akan mencoba teratur untuk melakukan posting yang dapat menciptakan berbagai inspirasi dalam hidup saya. sudah saatnya posting bukan jadi kegiatan iseng atau pengisi waktu luang, tapi menjadi sebuah rutinitas. akan terasa menyesal di masa depan ketika saya tidak dapat lagi menuangkan pikiran saya dan apa yang saya rasakan dalam blog. doakan saya yaaa... =)