Sort Link

Friday, August 14, 2009

Papa

di senja yang baru saja berlalu, aku datang di sisi papa, duduk manis di sampingnya, sambil bercerita tentang sedikit kisah hidupku secara singkat beberapa minggu belakangan ini, karena sudah beberapa minggu ini aku tidak bertemu dengannya. hidup menuntut ku tuk terpisah tinggal dari keluarga. setelah bercerita ringan, kami sama-sama diam, kesamaan sifat kami. menyaksikan jalanan yang dilewati bermacam merk kendaraan, dari dua jenis kendaraan yang berkeliaran, roda dua dan roda empat. ku saksikan wajah ayahnda ku yang kini telah tersaput dan termakan oleh usianya.

lama kuselidiki wajahnya, tergambar jelas sosok ayah yang selama ini selalu melindungi keluarganya dengan mengorbankan apa pun yang dimilikinya. keningnya yang dulu terlihat mulus, kini mulai dipenuhi oleh guratan-guratan seolah menunjukkan usianya yang tidak lagi muda. rambutnya yang hitam legam dan lebat itu kini perlahan mulai memutih dan jarang, menggambarkan bobot masalah kehidupan yang tidak sedikit yang harus dipikirkan dan diselesaikannya. matanya yang dulu tajam, perlahan mulai melemah, seiring hempasan jalan kehidupan yang sangat terjal, yang harus kami lalui dan lewati bersama, dan papa sebagai imamnya. tubuhnya yang tegap dan kuat kini perlahan mulai mencapai masa-masa klimaksnya.

tak terbayang oleh ku betapa besar beban yang harus dilewati papa ku ini dan ditanggungnya seorang diri, ketika keadaan keluarga dalam masa-masa yang sedang terpuruk. beratnya cobaan kehidupan ketika badai krisis menghancurkan prospek dan rancangan masa depan yang telah dirancangnya dengan seksama dan terencana, untuknya, istrinya, dan anak-anaknya.
aku tak pernah tau ketika ayahku ini meneteskan air mata, karena beliau adalah sosok yang paling tegar dan kokoh, tak pernah setetes pun air matanya mengalir di depan keluarganya, beliau selalu jadi tempat berpegang, menjadi sosok yang paling tangguh yang pernah aku kenal dalam hidup ku. papa, selalu berada dalam diamnya, hanya dengan sorot matanya, ia mampu berbicara.

latar belakang kehidupannya sungguh inspiratif. selalu, ketika kucoba memandangi beliau, terpancar bayangan kebahagiaan, kesederhanaan dan tanggung jawab. entah berapa kali aku sering mengecewakannya, dengan kebodohan dan keegoisanku. namun, tak pernah pun dan tak pernah sekali pun ia memalingkan wajahnya dariku. masih sering terbayang dalam hidupku, hangatnya peluknya, yang mampu menenangkan saat ku sakit, menemaniku di saat ku lemah. papa, sosok lelaki panutanku.

kulit sawo matangnya, terbakar semangat hidup, kini semakin kasar. diriku, yang paling dekat secara fisik, kami sama-sama memiliki rambut ikal, kulit gelap, dan parasku adalah paras papa. aku mencintainya. darahnya mengalir deras dalam nadiku, hingga begitu banyak kesamaan diriku dengan beliau, lelaki yang banyak dan lebih sering memilih memecahkan masalah dengan caranya sendiri. hanya umi yang mengertinya, yang sanggup membaca semua kepribadian beliau yang sungguh kompleks.

menyimpan kegalauannya, menyingkirkan masalah, sepertinya sudah biasa beliau lakukan. kami tak pernah tau betapa kerasnya usaha beliau mempertahankan kebahagiaan kami, dengan badai krisi ekonomi keluarga, ayahku ini tetap menyembunyikannya. membiarkan kami tersenyum, tak pernah membiarkan kami menanggungnya.

masih kuperhatikan sosok tubuhnya yang dulu terlihat besar, kini telah sama besar dengen diriku, aku ingin seperti beliau. senyumnya yang indah dan selalu mampu menenangkanku, walau bibirnya semakin hitam dan giginya mulai rapuh, terlalu cepat karena candu rokok yang telah dideritanya sejak kecil.humor dan guyonan ringannya yang kurindukan selalu mencerahkan. kurangkul tubuhnya yang hangat, kini saatnya aku yang menanggungnya, kini saatnya aku yang harus membahagiakannya, kini aku yang harus menciptakan senyum dan tawa bahagia di wajahnya.

Tuesday, August 11, 2009

Suka Sayang Cinta


untuk posting kali ini, bukan berniat untuk berpuisi atau beromantis-romantisan, tp hanya ingin melakukan pembahasan topik ini yang menurut beberapa atau mayoritas orang menjadi topik kehidupan yang paling menarik untuk di bahas. karena sesuatu yg dekat dengan kita, dan tak ada batasan atau syarat untuk hal ini. semua bebas, semua bisa.

berkisah sedikit mengenai latar belakang topik yang selalu hangat ini, saya hanya ingin membuat sebuah post yang simple. dan yang terutaraka pada seorang teman chat sebagai seorang kakak. dan dengan baik hatinya, beliau memberikan sebuah file .txt yang berisi sebagai berikut :


*Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri
*Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri
*Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu

*Saat kau menyukai seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?
*Saat kau menyayangi seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?
*Saat kau mencintai seseorang dan berada disisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...

*SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jgn menangis
*SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya
*CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, “Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama”

*SUKA adalah hal yang menuntut
*SAYANG adalah hal memberi dan menerima
*CINTA adalah hal yang memberi dengan rela

*SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Ia sangat cantik dan menawan
*SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu
*CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku"

*Pada saat orang yang kau suka menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya
*Pada saat orang yang kau sayang menyakitimu, engkau akan menangis untuknya
*Pada saat orang yang kau cintai menyakitimu, kau akan berkata, "Gpp, dia ga tau apa yang dia lakukan”

*Pada saat kau suka padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu
*Pada saat kau sayang padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH
*Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...

*SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan
*SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan
*CINTA adalah kau akan menemaninya di kondisi apapun

sebuah pembahasan singkat dan beralaskan kuat. tentunya penilaian ini objektif. sesuai dengan hati. terkadang terlalu mudah seseorang mengatakan suka, terlalu ringan mengatakan sayang, dan terlalu sering mengatakan cinta. apakah itu semua realita? atau hanya sebuah manis nya mulut tuk melunakkan hati?
pantaskah mengatakan satu kata sakral itu hanya dengan pemikiran logika? terlalu naif...

pembahasan singkat,...
tidak ada kata salah atau pantas dalam mengungkapkan isi hati dan apa yang dirasakan. namun selayaknya manusia yang cerdas, menggunakan sebuah kata merupakan sebuah pertanggungjawaban yang sungguh berat. tak perlu rumus rumit dan ekspansi hingga keseluruh dunia untuk dapat menemukan arti dan makna kata2 ini. cukup buka hati dan rasakan. tidak ada alasan yang menyalahkan seseorang mengatakan kata2 ini pada seseorang yang baru dikenalnya. karena ketika seseorang mengalami pergolakan di jiwa dan hatinya, menimbang dari ketiga kata ini untuk di pilih sebagai pengungkapan, maka takkan pernah ada penyalahan. dan biarkan hati bicara, waktu bukan alasan, cara bukan tuntutan. karena ketika seseorang merasakan ketukan di jiwa dan hatinya, dia akan mencari tau apa yang dia rasakan. seberapa besar dan seberapa keras ia mencari tau, menunjukkan kadar dan kapasitas apa yang ia rasakan. membedakan takaran.

posting ini tidak ingin merubah cara pandang anda akan sesuatu, hanya membukakan berbagai kemungkinan yang sanggup diberikan hidup kepada kita, dan pernahkan hidup menuntut sesuatu dari kita??

kedewasaan menyikapi sesuatu yang mampu merubah jalan hidup kita mengajarkan kita memahami setiap permasalahan yang dihadapi manusia. terkadang kita sering larut dengan sebuah rasa yang memabukkan. terbuai hingga melupakan sesuatu. tapi tahukan anda? bahwasanya, suka sayang atau pun cinta tidak pernah mengajarkan kepada pemiliknya untuk kehilangan kewarasannya, kehilangan logikanya, kehilangan akal sehatnya. tetapi justru sebaliknya, suka sayang cinta justru mengasah ketajaman logika, kepedulian, dan respek yang luar biasa. jangan pernah mengatakan cinta itu gila, karena justru kelemahan lah yg menyebabakan kegilaan. dewasa menyikapi rasa.

jangan pernah sekalipun berpaling, karena ketika engkau mengalihkan matamu, maka dunia akan berubah secapat rotasinya terhadap porosnya, dan evolusinya terhadap matahari, bahkan lebih cepat dari satelite bumi, bulan, berputar. biarkan dirimu terbuai dalam sebuah rangkulan nan hangat, membuaimu ke dalam kebahagiaan hakiki. cinta Allah, cinta Rasul, jangan memaknai cinta terlalu dangkal, cinta itu kompleks, dan tak pernah ada teori yang mampu mengajarkannya secara eksplisit.


Saturday, August 8, 2009

Projek Semester

sudah tradisi di kampus kami, terutama untuk jurusan yang saya jalani (teknik informatika), bahwasanya setiap di akhir semester, setiap mahasiswa akan mendapatkan tugas besar untuk menyelesaikan sebuah projek yang akan dijadikan nilai untuk matakuliah praktikum. tentunya dikatakan projek karena satu judul akan dikerjakan oleh sebuah tim kerja.
nah, kali ini posting saya akan menceritakan mengenai keadaan projek kami di semester 4.

setelah melalui 3 semester dengan penuh jerih payah dan keringat dingin, akhirnya tiba di semester 4. walau harus melewati semua rintangan dengan berbagai tindakan yang terkadang bodoh dan menyedihkan sekalipun, yang penting berhasil selamat hingga semester 4.
setelah melewati hampir 1 semester, tibalah pada pengerjaan projek, biasanya pengumpulan dan presentasi projek dilaksanakan setelah masa UAS teori berlalu. begitu juga dengan semester ini, walau ada beberapa mata kuliah yang telah menuntaskannya jauh hari sebelumnya.
yang tersisa kini HANYA 3 projek mematikan. Pemrograman Jaringan, Basis Data Lanjut, dan Keamanan Data. untuk lebih detailnya kita bahas satu per satu progressnya...
1. Pemrograman Jaringan
kebetulan kelompok saya mendapatkan sebuah judul yang berkaitan mengenai penanganan modul dan buku di kampus dalam konteks pengguna adalah admin, dosen, dan kaprodi. dengan batasan masalah yang juga telah dapat kami analisa. masalah yang kami hadapi adalah fasilitas yang tidak mendukung dan sumber daya manusia yang dipaksakan. fasilitas sungguh menyedihkan, dimana tidak barang 1 pun perangkat canggih yang disebut komputer atau pun anaknya, laptop, dari anggota kami yang bisa digunakan untuk nantinya kami bermain dengan projek kami. sehingga prinsip hidup nomaden kami jalankan. sumber daya manusia, dikarenakan kemampuan koding kami yang bisa dikatakan standar internasional, yang nyatanya 20 level di bawahnya. standar nasional mungkin masih diragukan, bahkan standar kampus masih menyedihkan.

2. Basis Data Lanjut
menangani mengenai database dengan menggunakan Oracle. projeknya adalah mengenai kasus yang telah dijabarkan dengan tabel yang telah ditentukan. tugasnya dalam bentuk laporan. trigger, procedure, dan function. sungguh mematikan.

3. Keamanan Data
Kriptografi???? sepertinya sebuah kata sakral dan sugguh menggambarkan intelektualitas berbau bahasa komputer. tapi ternyata ini sungguh berbahaya ketika kita diharuskan terjun membahasnya. dan terlebihnya, koding menjadi harga mati.

terlepas dari jenis dan pembahasan detail mengenai projek kami di atas, ternyata masalah yang kami hadapi sangat kompleks dan luas. ketika musim mati listrik mendera kota pekanbaru dan sekitarnya, dan musim asap yang menyesakkan bahkan menimbulkan efek kantuk (bohong aja). adalah tantangan yang harus kami hadapi.

fakta-fakta singkat mengenai efek projek:
di rumah kontrakan kami, yang kebetulan dihuni oleh makhluk-makhluk sespesies (manusia...) dan keberuntungan sejurusan, mulai ditemukan indikasi ketidakwarasan. sebagai bahan refrensi untuk fakta yang dipaparkan :
1. seringnya teriak-teriak tidak jelas. beberapa penghuni mulai sering mengeluarkan bunyi-bunyian aneh efek ketidakstabilan otak kanan, otak kiri, otak atas, otak bawah, dan otak serong
2. tawa mengerikan. sering timbul suara tawa yang terkadang masuk dalam kategori tawa horor, tawa biadab, dan tawa nista. yang terlebih menyedihkan adalah alasan tertawa sering tidak dapat diindentifikasikan.
3. jasad berserakan. kini telah dapat disaksikan dengan mata telanjang bahwasanya kini tidur tidak membutuhkan lokasi strategis, dan posisi mantap. anywhere anytime bisa.
4. memuji diri sendiri. beberapa dari mereka (baca:kami) seringkali menatap cermin dan mengeluarkan kata-kata pujian pribadi. bahkan terlebih parahnya, bernyanyi dengan merubah lirik menjadi pujian pribadi. banyak trik yang dilakukan untuk dapat menimbulkan pujian pribadi. salah satunya membandingkan dengan teman sepermainan atau menanyakan langsung kepada teman seperjuangan.

masih banyak fakta jelas yang bisa dipaparkan, namun efek projek ini sepertinya telah menjadi kutukan yang tidak dapat diputuskan segera.
entah apa yang harus diungkapkan untuk masalah ini, sedih, bahagia, atau mengerikan.
biarlah waktu yang memaparkannya dalam realita dan kenyataan.

Friday, August 7, 2009

Iman

iman secara bahasa adalah percaya. namun, secara harfiah, iman adalah meyakini dalam hati, diucapkan secara lisan, dan dilakukan dengan perbuatan.
sering kali kita mengaku-ngaku adalah orang yang beriman. mengimani sesuatu yang kita percayai, atau tepatnya yang kita anut. tetapi, sebenarnya kita tak dapat jauh dari sebuah kemunafikan. seberapa keras kita menghindari cap dan label munafik terhadap diri kita, kebanyakan hanya akan percuma saja. mengapa dapat dikatakan begitu? akan dipaparkan dalam fakta-fakta singkat.

kita kembali kepada realita yang terjadi pada diri kita masing-masing. kita mengatakan bahwasanya kita mengimani sesuatu, berarti kita percaya akan sesuatu. sedangkan beriman itu bukan hanya kata percaya yang dapat diagung-agungkan. tetapi, lebih dari sekedar kepercayaan. seperti makna iman dalah harfiahnya, hati lisan dan perbuatan. sedangkan ciri-ciri orang munafik adalah ketika berkata dusta, ketika berjanji ingkar, ketika dipercaya khianat. apabila kita mengimani sesuatu kita harusnya melakukan hati lisan dan perbuatan tersebut, jika tidak, bukankah kita tergolong orang-orang munafik?
jangan menilai diri orang, tapi nilai diri sendiri...
secara jujur, saya juga bukanlah orang yang terlepas dari fakta-fakta di atas, tapi saya adalah orang yang menghindari diri dari kemunafikan, lebih tepatnya berusaha. tentunya untuk kasus yang satu ini menjadi sebuah fokus yang utama, dimana keimanan bukanlah semata-mata hanya dapat diucapkan seringan kita melayangkan tangan ini. tetapi iman dapat dimaknai jauh lebih dalam. ini hanya sebagai bahan renungan. berusaha lebih baik daripada diam.