Sort Link

Monday, July 27, 2009

Ledakan di Sendi Kehidupan


17 July 09, mungkin adalah hari kemunduran bagi negara kita. kemunduran dalam beberapa aspek kehidupan, ketika kita sedang bangkit dari berbagai keterpurukan yang menghajar telak muka kita, ternyata sebuah pukulan telak kembali mendarat di bagian wajah negeri ini. dan yang terjadi adalah sebuah kejadian yang berulang, seperti dejavu. ledakan di JW Marriot jika di pandang kasat mata hanya penderitaan pada korban saja, namun ternyata efek yang ditimbulkan sangat dalam menyayat perjuangan bangsa ini. ketika kita baru saja melewati pemilu yang berjalan lancar dan demokratis.

entah mengapa negara ini selalu saja menjadi target kegiatan terorisme. apa mungkin negara kita berada dalam sebuah kalkulasi strategis para kaum teroris? tidaklah, tidak ada istilah tidak logis dari kegiatan ini. dari sudut pandang rakyat sipil seperti saya, banyak spekulasi yang berkembang tentang hal ini. mulai dari kegiatan garis keras, hingga misi politis dibalik modus operdi dari peledakan ini.
dalam posting ini, saya tidak akan membahas bagaimana kejadian itu terjadi, tetapi ingin mengulas latar belakang dan efek dari sebuah tindakan tidak manusiawi seperti ini.

berbagai pemberitaan telah mampu menciptakan sebuah opini publik, bahwasanya sebuah jaringan terlarang telah bekerja selama ini untuk terus meluluhlantakkan perjuangan bangsa ini. istilah teroris sangat santer terdengar ketika tragedi 11 September, negara adidaya yang menjadi target sepertinya mampu menggerakkan dunia, padahal sudah jauh-jauh hari kegiatan teroris ini terjadi di belahan bumi bagian gelap. negara-negara berkembang dan negara kecil sepertinya sudah mengenalnya jauh hari sebelum kejadian 11 september. dan yang menjadi tokoh sentral itu adalah Osama Bin Laden, seorang tokoh pejuang muslim, sehingga cap teroris melekat pada Islam, terlalu picik penilaian seperti ini. dan ini juga terjadi pada kasus yang terjadi di negeri kita beberapa hari lalu.

Namun, isu yang dikembangkan sepertinya tokoh lama kembali mencuat, Nurdin M. Top, bagi sebagian orang dia adalah kutukan, namun bagi sebagian lagi mungkin tindakannya menjadi sangat inspiratif. latar belakang warga negaranya dapat menjadi pemicu keributan antara dua negara yang saling bertetangga, ketika di bawa ke arah politis. Malaysia yang selama ini menjadi kacang lupa kulitnya, dan berani menginjak-injak martabat bangsa kita, dan mencuri kekayaan negeri ini, seolah menjadi kambing hitam atas semua ini, secara tersirat. namun, spekulasi apa pun tentang tragedi 17 July ini jangan pernah membuat tindakan yang tidak mendasar dan tidak beralasan.

akibat dari sebuah tindakan yang dikutuk oleh tidak hanya manusia, melainkan Sang Pencipta ini sangat sentral, ketika negara ini mendapat perhatian dunia internasional, menjadi salah satu negara yang menjadi tujuan sebuah klub besar Manchester United untuk melakukan tur pra musim, seketika menjadi nilai minus yang sangat besar, sangat besar, hancurnya harapan dan asa bangsa ini untuk terus maju dalam dunia sepakbola dengan menyaksikan timnas garuda menghadapi sebuah klub yang nyatanya memiliki jumlah pendukung yang sangat besar di Indonesia ini, bahkan menjadi salah satu penyumbang pendukung terbesar di dunia. bagaimana berangnya bangsa ini kepada tindakan non heroik ini, seolah tidak mampu menutupi luka yang kini kembali menganga, ketika kaki ini mencoba melangkah menuju sebuah gerbang perkembangan positif, seketika harus kembali mundur beberapa langkah.

tidak usah berandai-andai, secara gamblang telah dipaparkan bahwa efek dari kunjungan Man Utd ke Indonesia akan mempengaruhi perkembangan tidak hanya dunia Sepakbola, tetapi mampu mengundang investor untuk menghadirkan modal di negeri ini,yang mampu mendukung perkembangan bangsa ini kedepannya. bagaimana seorang Rio Ferdinand akan mencoba menghentikan pergerakan Bambang Pamungkas, bagaimana harapan ini bisa (kembali) menjadi sebuah mimpi. sedangkan negara tetangga kita dengan senyum lebar seolah menertawakan negara kita dapat menikmati kehadiaran Man Utd di depan mereka. walau Man Utd dengan wakilnya mengatakan bahwa mereka begitu ingin tampil di Indonesia, belum tentu di kesempatan akan datang mereka mendapatkan izin dari negara mereka untuk mengunjungi Indonesia, jika kejadian seperti ini masih memiliki nilai kemungkinan terjadi. yang patut di syukuri adalah ketika sebagian orang di luar sana mengatakan hal seperti ini bisa terjadi di negara mana saja, tidak menutup kemungkinan terjadi di negara dengan tingkat keamanan nya jauh di atas negara kita. dengan kesadaran, kita juga dapat menilai seberapa parah tragedi ini mampu menyusutkan mental bangsa kita, tapi bukankan kita telah pernah mengalami hal yang jauh lebih menyakitkan sebelumnya, bahkan berulang-ulang, apakah kita hanya menangis dan putus asa? jawabannya tidak!! bangsa kita bangsa yang kuat, seberapa kuat dan seberapa besar usaha mereka menghancurkan dan menjatuhkan kita, dan kita akan jauh lebih kuat dan lebih tegar untuk kembali bangkit!! sejarah bangsa kita bukan tercipta dalam hitungan jari dalam tahun, tapi beratus-ratus tahun sebelumnya. dan kemerdekaan kita bukan hadiah, tapi perjuangan! ini membuktikan kita bangsa yang kuat dan memiliki kaum muda yang tegar. hal seperti ini tidak akan mampu memupuskan harapan kita tuk terus maju.

pesan untuk teroris :
seberapa keras kalian berusaha untuk menghancurkan kehidupan, maka kehidupan akan menghancurkan kalian dengan menyakitkan, perlahan tapi dalam. mungkin tidak hanya sekarang, tapi hingga hari pembalasan tiba.

Saturday, July 25, 2009

Hujan dalam Kelam


kotaku yang hampir 3 bulan belakangan ini diselimuti dan dihantui asap pembakaran hutan yang pekat, kini berangsur pulih. ketika beberapa pihak dengan semena-mena membuka lahan dengan membumihanguskan hutan, justru Sang Kuasa menumpahkan butiran-butiran air yang tak terhitung jumlahnya, menghapus duka sang bumi yang telah dilukai para penghuninya. mati listrik yang bak menjadi musim tahunan di kota kami ini pun seolah mendramatisir turunnya hujan yang dipadu dengan kilat dan gemuruh, seolah memperingatkan kita untuk mensyukuri dan menjaga apa yang telah dititipkan kepada kita.

malam ini sangat kelam, ketika pukul 9 malam, jadwal pemadaman listrik di daerah kami, membuat suasana semakin mencekam. karena sebelumnya angin kencang telah lebih dulu menyapa dengan tamparan lembutnya di permukaan kulit. langit malam yang beberapa jam sebelumnya masih menampakkan bintang-bintang yang saling memamerkan cahayanya pun kini telah sirna tertutup oleh awan kelam dan tebal, seakan menggambarkan penguasaan kegelapan telah dimulai. dedaunan di pepohonan pada sepanjang jalan yang kulalui saling mengiris menimbulkan bunyi menjadi simfoni yang meramaikan malam ini, dan beberapa diantaranya berguguran karena telah lama tidak mendapatkan kiriman pasokan mineral dari akar karena kemampuan fotosintesisnya telah memudar bersama waktu, terlebih kemarau yang mengakibatkan panas telah memaksa seleksi alam bekerja. mengurangi jumlah untuk tetap bertahan.

aku telah merindukan hujan yang mampu membersihkan dataran ini sekian lama. kesendirian adalah teman yang sangat istimewa untuk menikmati hujan. dari balik jendela sebuah pondok makan di pinggir jalan besar, aku terus melihat titik-titik itu membahasahi bumi, jalanan menjadi sepi, hawa dingin pun menyerang, dingin yang selama ini hanya bisa dihasilkan dari kerja keras tangan mengipaskan buku medium justru kini menusuk hingga ke tulang, seluruh badan bergetar menahan serangannya.

lebih dari 2 jam hujan turun, dingin membuat ku terkantuk, kelopak mataku memberat, dan diam pun memaksaku tuk bertekuk lutut, kelam menjadi faktor eksternal yang memaksaku untuk memejamkan mata sejenak. sepiring mie goreng hangat tadi seakan telah diciptakan untuk membuai ku ke alam mimpi. ketika hujan melembut, kuputuskan kembali ke gubuk indah kami di ujung jalan ini. aku ingin menikmati alam mimpiku dalam balutan selimut di atas ranjang kumal ku.

Thursday, July 23, 2009

Pernyataan Bodoh Seorang Mantan Presiden

baru beberapa detik yang lalu saya membaca sebuah blog dari seorang blogger yang sedikit mengupas tentang pernyataan paling menjijikkan dari seorang yang pernah memimpin negara ini.
Megawati Soekarnoe Putri, nama tanpa embel-embel gelar satupun, terutama gelar akademis. dan beliau sangat sensitif ketika disinggung mengenai pendidikannya. sesuatu yang sangat aneh bagi seorang pemimpin ketika latar belakangnya di bahas oleh rakyatnya.

ada beberapa pernyataan yang mengatakan memang gelar bukan lah segalanya, tetapi ketika kita melihat konteks yang lebih dalam, khususnya mengenai sebuah negara, yang bisa dikatakan sangat mengedepankan segala aspek kehidupan manusianya, termasuk nilai sumber daya manusia, maka sebuah gelar menjadi faktor yang urgen diletakkan pada rentetan nama seseorang. pendidikan mempengaruhi tingkat dan kualitas pikiran, logika, sosialisasi, dan sebagainya dari seseorang.
maka sangat tidak pantas ketika seseorang berdalih ketika ditanya mengenai latar belakang pendidikannya, justru ketika hal ini ditanyakan, maka kemampuan dia menjawab pertanyaan yang sangat sensitif inilah yang menjadi penilaian orang.

ini lah pernyataan mantan orang nomor 1 di negeri ini :
"Megawati: Nabi yang pemimpin aja bukan sarjana kok!"

beliau berani dengan lantang membawa gelar sakral yang sangat diagungkan umat manusia sebagai kedok menutupi kelemahannya. sungguh sebuah tindakan pengecut yang keterlaluan. bagaimana bisa beliau menggunakan NABI sebagai alasan mengapa beliau tidak ada gelar sarjana. disinilah dituntut kebesaran hati untuk mengakui sebuah realita pada pribadi.

saya juga pernah menyaksikan ketika beliau tampil dalam sebuah televisi swasta yang ketika itu pada sebuah acara talk show yang sungguh populer di negeri ini, "KICK ANDY", secara kasat mata seorang mahasiswa biasa, saya menilai beliau mengusung misi dan visi yang lemah untuk menjadi seorang pemimpin, khususnya untuk negeri ini. beliau selalu saja mengatakan penyetaraan gender, emansipasi, dan selalu saja kaum wanita. dan dunia pun tahu bahwa di dunia ini bukan hanya ada wanita, walau saat ini isu kesetaraan gender memang masih hangat, tapi ini tidak bisa dijadikan pijakan untuk melangkah menuju kursi nomor 1. dan beliau mencoba mendapatkan simpati dengan air mata, khas seorang wanita.
secara pribadi saya tidak anti emansipasi atau pun penyetaraan gender, namun saat ini yang harus dibenahi adalah wanita itu sendiri, ketika yang menjadi tokoh sentral wanita itu adalah orang-orang yang sama sekali tidak pantas dijadikan pusat perhatian. mereka berkoar mengenai penghargaan kepada kaum hawa. dan realitanya kaum hawa itu sendiri yang tidak mampu menghargai diri mereka sendiri, dan saya yakin semua orang tau maksud saya tidak mampu menghargai diri mereka sendiri. faktanya, jika ingin dihargai orang lain, hargai diri sendiri.
dari tontonan durasi kurang lebih 1 jam yang saya saksikan itu, saya menyimpulkan, beliau harus banyak melakukan perbaikan pribadi terlebih dulu jika masih ingin berbuat banyak kepada negeri ini melalui jalur pemimpin.

Saturday, July 4, 2009

The Power of Change

rutinitas kehidupan terkadang membutakan mata hati, menutup kesempatan bereksplorasi dengan berbagai kreatifitas dalam mewarnai hidup. bahkan rutinitas mampu mematikan personalisasi seseorang. orang yang bergelut dengan padatnya rutinitas kehidupannya cenderung bersifat pasrah dan pasif terhadap hal yang terjadi pada lingkungannya, jangankan untuk sekitarnya, untuk dirinya saja mungkin tidak terpenuhi.
seberapa sadarnya seseorang untuk memulai sebuah perubahan?

tak pernah mampu dan sanggup untuk dibayangkan bagaiman kencangnya perputaran roda kehidupan mampu menyeret kita ke dalamnya hingga hidup tak mampu lagi kita nikmati. kembali ke pertanyaan mendasar mengenai prinsip, untuk apa kita hidup?
atau ke pertanyaan simpel, apa yang kita cari dalam hidup? kebahagiaan bukan!?
namun, kekuatan kita untuk keluar dari kebutuhan hidup yang meningkat seakan memaksa kita untuk membunuh insting dasar kita mencari kebahagiaan dalam masa jantung kita yang cenderung singkat dan tak mampu diperkirakan lamanya. setiap pribadi mempunyai daya jelajah kehidupan yang berbeda dalam menyikapi permasalah dan tuntutan kebutuhan. dengarkan nurani, buka pintu hati. selama ini manusia dominan menatap hidup mereka hanya pada satu jalan lurus yang mungkin adalah jalan biasa yang banyak dilalui banyak orang. jalan yang tak banyak resiko, menurut kita, tanpa berani mengambil resiko karena perhitungan akal yang cenderung mematikan dan membunuh mental untuk mencoba.

pernahkah terbersit dalam pikiran kita untuk berusaha untuk mencoba melakukan perubahan sudut pandang kita???
pernahkah sedikitpun kita menikmati setiap cobaan yang menimpa kita dengan senyuman bukti kita mampu menikmati setiap detik yang telah diberikan kepada kita untuk sanggup bernafas dalam hidup?
jujur, saya bukan ingin mencoba untuk menggurui...tapi hanya seonggok kecil personal yang ingin ada perubahan dalam hidupnya.

secara personal, saya menjabarkan dan menggolongkan hidup saya kepada golongan orang yang mendapatkan cobaan yang mungkin berbeda dari kebanyakan orang yang seperti saya. hidup saya bukan hanya cobaan finansial yang melanda keluarga. namun, kompleksitas kehidupan yang saya alami jauh lebih dari sekedar kisah sinetron yang sambung menyambung hanya karena tuntutan keuntungan yang dihasilkan tanpa mementingkan nilai edukasi pembelajaran mengenai mentalitas dalam menjalani cobaan.
namun, cobaan dengan skala yang berbeda terus mendera lembar-lembar buku kisah hidup saya dengan coretan-coretan kasar berbagai kisah. kebodohan dan kecerobohan seakan kisah klise yang selalu terjadi berulang-ulang, namun selalu dengan pembelajaran yang berbeda, datang dengan hal-hal yang seakan ingin membunuh karakter jiwa pribadi, dan lagi-lagi selalu dengan penyikapan terhadap masalah yang menuntun menuju sebuah makna kedewasaan. mengutuki hidup, memaki diri sendiri, menyesali apa yang terjadi, semuanya pernah saya alami. mungkin hingga saat ini hal itu terus mencoba keluar dari perasaan-perasaan yang saya rasakan di dalam hati ini. jujur, cobaan yang hadir selama ini, hingga detik ini selalu mampu mematahkan asa yang sudah kubangun dengan susah payah, hanya dengan sekejap semua dapat dihancurkan. namun, berkali-kali juga mencoba bangkit dari ini semua.

terkadang kisah melankolis dan cerita menjijikkan di sinetron khas Indonesia hadir dalam bab-bab kehidupan saya, menyadarkan saya bahwasanya di dunia ini tak ada hal yang mustahil, apa yang manusia pikirkan sebenarnya adalah wujud dari keterbatasan apa yang mereka mampu bayangkan. tersadar dan menyadarkan dengan cara yang gamblang mengenai makna dari sebuah cobaan.

semangat untuk perubahan, kekuatan untuk melakukan perubahan, selalu didengungkan berbagai pihak dengan berbagai cara dan berbagai sumber. perubahan dalam menyikapi jalan kehidupan, perubahan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. perubahan untuk meluruskan niat dan mengokohkan diri di jalan Allah, insyaAllah pertolongan yang dijanjikanNya akan selalu ada untuk kita, pelajaran dasar ketika mencoba memaknai setiap apa yang disampaikan seorang ahli agama. saya sangat yakin dengan ini, iman. sebuah keyakinan akan sebuah perubahan menuju kebaikan. klise namun sering terlupakan, cobaan tak akan diberikan kepada kita jikalau kita tak mampu untuk menghadapiNya. semangat untuk berjuang selalu ditanamkan dalam jiwa seorang muslim. keimanan adalah kuncinya. dan inilah kunci kekuatan untuk melakukan sebuah perubahan kecil yang mampu menciptakan sebuah perubahan besar dalam kehidupan kita.

Wednesday, July 1, 2009

Bulan Setengah


iklim berganti dengan cepat, dan kembali dengan singkat..
rotasi dan revolusi bumi terjadi perubahan yang berkala...
kondisi bumi tidak lagi stabil seperti awal....
menyebabkan ketidakseimbangan iklim terjadi pada bumi...
panas dan hujan seakan mampu menyatu, bersatu padu menghantam bumi secara bergantian, bahkan terkadang secara bersamaan....

beberapa malam ini aku selalu mengikuti perubahan bulan..

ketika bulan tak tampah di langit bagian barat Indonesia, ketika bulan muncul dengan tampilan layaknya sabit, dikenal dengan bulan sabit, bahkan terkadang tampil penuh dengan sosoknya yang mampu terlihat dengan jelas oleh mata telanjang, bulan purnama namanya....

namun, sudah tiga malam aku menikmati tampilan bulan dalam kondisi setengah, ditemani taburan bintang yang membuatku lelah ketika mencoba menghitungnya satu per satu....
beberapa malam ini langit terlihat cerah di kotaku....walau sebenarnya aku merindukan hujan yang mampu membersihkan langit dan udara kotaku yang kini mulai kembali disesaki oleh asap pembakaran yang terjadi di beberapa tempat....
bulan memantulkan cahaya matahari dengan lantang...sambil sesekali menutupi dirinya dengan selimut awan malam yang kelam....
aku merindukan ketenangan seperti ini selalu dapat hadir di hari-hari ku yang belakangan ini disibukkan oleh rutinitas dan kewajiban sebagai mahasiswa yang diberondong dengan tugas-tugas yang terkadang memuakkan, tetapi selalu dirindukan....
dimana tugas menunjukkan sebuah eksistensi dan konsistensi kehidupan seseorang yang sedang bergelut dengan status menuntut ilmu....

belakangan ini aku terbelenggu oleh rasa dan perasaan ku sendiri...
kerinduan menggerogoti akal, pikir, dan perasaanku....
aku rindu usapan lembut tangan ibunda ku di rambutku yang kini semakin bergelombang...
aku rindu senyum papa ku ketika aku mendengarkan ceritanya yang sangat jarang keluar dari mulut pendiamnya...
aku rindu saudara-saudaraku dengan keunikan mereka dan bagaimana mereka menunjukkan rasa sayangnya kepada keluarga...
aku rindu ayi ku yang selalu menenangkan aku, selalu mengerti aku, selalu menyayangi aku apa adanya diriku...
aku rindu sahabat-sahabatku...
aku rindu Allah yang selalu ada, walau aku terlalu sering "mengkhianati" cinta Nya...

belakangan ini dunia seakan berputar terlalu cepat dari semestinya...
ketika malam sebelumnya aku menikmati bulan dengan bentuk sempurnanya, seketika aku tersadar kini aku duduk termangu menatap bulan dengan tampilan setengahnya...
hidup seakan menuntut ku tuk terus berlari bersamanya....
seakan hidup ingin meninggalkan diriku di belakangnya.....

bulan setengah....
aku tertegun menantikanmu tampil sempurna...purnama...
kau berikan kesejukan dan harapan baru di tiap malamnya...
redakan tangis di tiap sudut negeri ini, tangis dan sedih setiap orang yang merindu....
dengarkan rintihan dan isak rindu mereka,...sampaikan kepada tiap-tiap perindu dan yang di rindukan....
waktu kan menuntun kita ke dalam pertemuan pelepas rindu...pelepas dahaga akan kerinduan yang memuncak....
dan aku akan ada menyaksikan mu melakukan tiap perubahan....