Sort Link

Tuesday, June 16, 2009

Impulsif

"impulsif, sebuah ledakan emosi...."
saya membaca sebuah artikel singkat, yang pada paragraf baris pertama dan paragraf pertama artikelnya menggunakan kata-kata ini,...
entah kekuatan apa yang terkandung pada kalimat itu, hingga saya merasakan adanya sedikit energi magnetik yang menarik saya untuk menggunakannya.

menurut arti saya pribadi, ledakan jiwa atau impulsif, adalah sebuah ekspresi tingkat tinggi dari seseorang yang berkaitan secara emosional.

Emosi adalah istilah yang digunakan untuk keadaan mental dan fisiologis yang berhubungan dengan beragam perasaan, pikiran, dan perilaku. Emosi adalah pengalaman yang bersifat subjektif, atau dialami berdasarkan sudut pandang individu. Emosi berhubungan dengan konsep psikologi lain seperti suasana hati, temperamen, kepribadian, dan disposisi.

Kata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Perancis, émotion, dari émouvoir, 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'. "Motivasi" juga diturunkan dari movere. (wikipedia)

berarti emosi adalah invisible thing from human. sisi yang tak terlihat ini justru menjadi faktor sentral dari kehidupan. terkadang cara setiap personal mengekspresikan emosi nya cenderung tertahankan, mungkin faktor kepribadian menjadi salah satu tolak ukur bagaimana seseorang memanejemen emosi nya.

namun, puncak dari setiap feeling, tentunya dari perasaan yang berkaitan dengan emosi ini mempunyai titik tertinggi. yang mengakibatkan sebuah "ledakan" dalam arti tertentu. seperti apa ledakan itu? untuk anda, hanya anda yang tau....^^

Sunday, June 7, 2009

Sedikit Berpolitik


hmmm....bukan ingin menggolongkan diri pada siapa pun untuk pemilihan calon presiden di tahun ini, tetapi hanya ingin mengulik sedikit tentang para sosok pemegang nomor urut dalam pertarungan sarat gengsi untuk duduk di kursi tertinggi pemerintahan Republik Indonesia tercinta.

jauh hari sebelum pemilihan para wakil rakyat, pertarungan calon presiden dan wakil presiden sudah gencar terjadi di luar arena. oleh karena itu agak sedikit basi jika membahasnya sekarang, tetapi toh tidak ada salahnya mencoba beropini dan berpendapat, selama kebebasan bersuara masih ada di negeri ini.



saya akan mencoba membahasnya dari kacamata pribadi saya per personalnya....
calon pasangan yang pertama, JK-WIRANTO.
JK alias Jusuf Kalla, yang kini menjabat sebagai wakil presiden, ternyata berambisi besar untuk menjadi Presiden, keinginan yang terpaksa ia pendam beberapa tahun yang lalu, karena peluangnya yang dulu sangat minim. tapi kali ini beliau berani melangkahkan kaki meninggalkan bapak SBY. jelas bahwa beberapa tahun yang lalu adalah taktik politik belaka demi memuluskan niatnya menjadi Presiden. sosok yang lebih dikenal sebagai pengusaha ini ternyata berambisi besar untuk dapat memperoleh kekuasaan tertinggi. entah ada apa sebenarnya di balik ini semua, karena kehidupan nya yang sebetulnya sudah dikatakan sempurna, tetapi naluri manusia tetap selalu mencuat, tahta, selalu menggiurkan. secara personal saya tidak terlalu simpati dengan beliau, saya tidak suka cara bicaranya yang menurut saya tidak tegas yang sama sekali tidak dapat mencerminkan seorang pemimpin bangsa. kebijakannya selama ini selalu mengedepankan penokohannya, bukan bertindak karena hati ataupun kewajiban, itu dari pandangan saya.
untuk bapak wiranto, saya sudah akrab dengan namanya sejak duduk di bangku SD. sosok peninggalan orde baru yang kembali mencuat kepermukaan. orang militer, tentu punya pribadi layaknya seorang militer. namun, saya tetap tidak terlalu bersimpati dengan beliau, karena sosoknya yang menurut saya sudah seharusnya hilang, karena bau-bau orde baru tentu masih melekat pada dirinya, tidak mungkin ia tidak terlibat dalam setiap kejadian di orde baru. ingin cuci tangan?? entahlah....

calon kedua, bapak SBY dan Boediono...
dari sosok presiden dari pertama hingga saat ini, beliaulah yang menurut saya punya syarat2 yang cukup tuk menjadi presiden. dari hal-hal kecil contohnya, tidak perlu penerjemah ketika bertemu dengan orang asing, kemampuan berbahasa asing yang luar biasa, kemudian fisik yang mendukung, sosok tubuhnya yang besar dan tegap khas militer melekat pada sosoknya. walau ketika berbicara cenderung lamban, tetapi ini jelas mengisyaratkan kecerdasan untuk memilah kata-kata yang harus dilontarkannya, tidak bisa sembarang selaku sosok yang berposisi sebagai kepala negara. saya pernah mengatakannya sebagai orang yang tepat di waktu yang salah, karena ia harus menanggung kelalaian presiden2 terdahulu pada masa pemerintahannya, kemudian berbagai bencana alam menjadi cobaan bagi kepemimpinannya. namun, tetap sosoknya tidak pudar, bila diberi kesempatan untuk kembali memerintah, saya yakin beliau dapat bertindak lebih banyak, dengan calon yang menurut saya secara kasat mata lebih memilih talk less do more...^^
saya juga tidak terlalu mengenal penokohan dari Boediono.

calon ketiga, MEGA-PRO...
saya sedikit malas ketika mencoba untuk membahas calon ini. dengan berembel-embel nama bapaknya serta selalu berkoar tentang persamaan gender, beliau berani maju lagi. sedangkan menurut saya beliau banyak melakukan kesalahan yang menyebabkan nilai minus bagi dirinya. setiap momen kemerdekaan, beliau tidak pernah menghormati untuk menghadiri undangan presiden SBY, bukan sikap yang sportif, selalu berteriak tentang persamaan gender, sedangkan perempuan sekarang lebih sibuk melucuti pakaiaannya didepan layar. terlalu sensitif ketika disinggung masalah pendidikannya, seharusnya ia harus berani mengakui kelemahannya itu jika memang berjiwa pemimpin.
untuk Prabowo, calon yang paling kaya. sisa peninggalan produk orde baru. murni orde baru. saya tidak tahu apa modus utamanya berniat memimpin bangsa ini, dengan kekayaannya yang melimpah, beliau justru lebih leluasa membangun bangsa ini dengan tanpa embel-embel pemimpin bangsa. taktik politiknya tertulis dengan jelas, seperti apa yang dilakukan oleh JK pada SBY. untuk memuluskan langkahnya pada pemilihan di masa yang akan datang.

cukup sampai di sini, saya hanya menyampaikan opini pribadi, mohon dimaklumi, tidak ada niat apa pun di balik ini semua....^^

Thursday, June 4, 2009

Buka Mata dan Buka Hati

Seminggu yang lalu, ketika saya baru saja menyelesaikan Ujian Tengah Semester, tepatnya di hari Rabu lalu, saya memutuskan untuk pulang ke rumah yang berada cukup jauh dari rumah kontrakan yang berada di dekat kampus. sudah hampir 2 bulan tidak mengunjungi rumah di panam. bermodalkan motor pinjaman seorang sahabat, yang esoknya saya kemabalikan kepada pemiliknya, akhirnya sampailah di rumah yang dihuni oleh orang-orang yang kucinta.

namun untuk kepulangan yang kali ini saya ingin mengupas sedikit pelajaran berharga dari guru abadi ku juga sang ibunda, umi, yang tak pernah kehilangan sinarnya di jiwaku. ketika aku menikmati malam kedua di rumah, hal yang selalu aku nantikan adalah ketika malam tiba, dan aku duduk di samping umi, tangan nya yg dulu halus dan lembut, kini keriput dan sedikit kasar, tapi tetap tidak sedikit pun mengurangi arti dari belaiannya di kepalaku, selalu ada kekuatan magis yang mampu menenangkan ku. belaiannya di rambut ikal kasarku dibarengi dengan cerita tentang hidup, lagi-lagi tentang arti kehidupan.

kali ini tentang keluarga yang menjadi tetangga kami. seorang ibu yang menjual makanan sarapan pagi dan berbagai jenis kue. ibu yang menjadi teman cerita umi ini, terakhir aku pulang, dari dapurnya selalu mengeluarkan wangi makanan yang menggoda, hampir di tiap malam. sangat menggiurkan, namun umi bercerita bahwasanya karena kehidupan di kompleks yang terus berkembang, maka tidak sedikit keluarga yang juga membuka usaha serupa, yang otomatis ini menyebabkan persaingan untuk meraih pelanggan, dan belakangan tidak sering kami menghirup aroma menggoda dari dapurnya yang bersebelahan dengan rumah kami. sang ibu pernah bercerita kepada umi, bahwa kini kehidupan mereka terasa menjadi berat karena penghasilan mereka dari berjualan menurun drastis, dan mereka kesulitan untuk mengepulkan asap dari dapur mereka, bahkan untuk sekedar untuk mengisi perut mereka yang kosong karena tidak mendapatkan suntikan makanan di hari itu dan hari sebelumnya. satu hal yang selalu tak pernah aku lupakan mengenai sifat khas dari umi, jiwa sosialnya yang tinggi, yang terkadang bagiku sungguh sebuah sifat yang menurun dan mengalir deras dalam jiwaku. umi paling tidak bisa tinggal diam dengan keadaan orang yang di sekitarnya beliau ketahui sedang kesusahan, paling tidak umi menyarikan bantuan jika tidak dapat membantu. begitu juga dengan ibu tetangga kami tadi, jiwa sosial dan kecerdasan umi yang selalu jelas nampak olehku bekerja dengan cepat, umi memberikan solusi yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang banyak, namun sangat membantu. tidak hanya itu, umi memberikan apa yang dipunya kami untuk berbagi dengan tetangga kami. kukembali teringat betapa seringnya umi mengatakan kepada kami, untuk selalu menolong orang, tidak peduli siapa orang itu, dan tak peduli sesulit apa pun keadaan kita, karena justru menolong orang yang kesulitan di saat kita sulit, itulah makna sebenarnya sebuah pengorbanan.

dalam keadaan kehidupan kami yang dikategorikan sulit, umi tak henti-hentinya mengalirkan pikiran dan tangannya untuk menolong orang di sekitarnya. bahkan ketika umi mendapatkan tawaran sebuah pekerjaan, ia selalu ingat dengan orang-orang yang dalam keadaan susah tadi, dan umi berbagi pekerjaan itu. oleh karena itu aku selalu mengambil patokan suatu tindakan dari teladan umi, buka mata dengan lingkungan, buka hati untuk merasakan apa yang terjadi. hal ini yang terus menyadarkan aku betapa aku menyayangi beliau. lebih dari apa pun. tak sedikit pun cahaya nya pudar dari kebajikan. dan hal ini yang selalu aku dengar ketika teman-teman dan sahabat-sahabat umi ceritakan ketika mereka datang atau saling berjumpa. mereka selalu mengucap bangga betapa indahnya sifat sosial umi. tak pernah seorang pun yang pernah kenal dengna umi melupakannya. tingginya sifat sosial umi terlihat sangat jelas dari cepatnya beliau akrab dengan orang. walau efek dari sifat ini terkadang menjadi efek negatif. namun, darahnya yang mengalir deras di tubuh ku ini tetap menjadikan ku salah seorang fans sejatinya. i love u, umi.

ketika umi selesai bercerita, aku dan kakak ku, saling memberikan support bagi umi untuk tetap membantu ibu tetangga tersebut. betapa senangnya umi mendapatkan dukungan moril dari kami. banyak hal yang kembali aku pelajari dari hal ini, seperti di judul posting ini, buka mata buka hati, hal yang kini semakin susah kita temui pada jiwa para pemilik jabatan. mereka menutup mata mereka, membutakan hati mereka, lupa dengan janji yang terlontar dari mulut mereka yang semakin lihai berdusta. memperkaya diri, menyelamatkan pribadi. tidak hanya pejabat pemerintahan, namun telah merusak hingga ke sendi-sendi yang dalam. di lingkungan masyarakat, bahkan hingga ke dunia pendidikan. ketika kekuasaan yang kecil saja telah mereka genggam, maka tangan yang lain mencoba meraih kekuasaan yang lainnya, dengan otak mereka yang terus berfikir bagaimana memanfaatkan kekuasaan itu untuk kepentingan pribadi. hidup dalam kemewahan dan kenikmatan, sedangkan di lingkungan mereka, banyak keluarga yang bekerja setengah mati untuk tetap mampu melewati hari ini dengan sedikit senyuman.

ujian yang paling berat diberikan oleh Allah adalah ujian kenikmatan, karena ketika nikmat diterima oleh seorang hambaNya, maka mereka lupa. namun, ketika kesulitan, mereka dengan lancang merasa menjadi hamba yang paling dekat denganNya. ingat di kala susah, lupa di kala senang. sifat alami manusia yang paling menjijikkan.

Hidup harus berubah, dimulai dari pribadi.

dan baru saja sore tadi umi ke rumah kontrakan di rumbai, dan umi bercerita jikalau ibu tetangga kami telah memperoleh jalan rejekinya. berkat bantuan Allah lewat umi, ibu tetangga kembali berjualan, dan alhamdulillah bisa menghasilkan. sisi sosial umi selalu punya kekuatan ajaib. love u umi.

Wednesday, June 3, 2009

Segenggam Doa


Kuterjaga di suatu pagi lagi-lagi dengan ketidaksengajaan. efek sebuah obesesi untuk selalu konsisten bangun pagi hari, termasuk di hari libur sekalipun. namun terhaga nya ku di pagi ini sedikit berbeda di pagi-pagi sebelumnya. faktor aktivitas sebelum tidur sedikit banyaknya mempengaruhi cerita mimpi kita, atau bahkan kenyamanan kita tidur. sebelum tidur, kucoba membaca sebuah buku yang telah lama kupinjam dari seorang sahabatku, namun selalu terhalang untuk membacanya karena berbagai hal yang memerlukan perhatian khusus, sehingga aku baru dapat membacanya tahap per tahap. namun, sama sekali tidak mengurangi keajaibannya menggugah hati.

semalam kutertidur karena mataku terlalu lelah meniti huruf per huruf dari untaian kalimat yang disusun dengan apik dan penuh kekuatan magis di dalamnya yang dilakukan sang pengarang, Andrea Hirata. kisah yang menurutku sebuah perjalanan yang telah digariskan begitu ajaib oleh invisible hand, tangan yang tak terlihat. walau, aku baru menyelesaikan sepersekian dari ketebalan buku idaman ku ini, namun keajaibannya telah hadir beberapa dalam pikiranku.kembali memompa dan meluruskan jalan dan niat hidupku.

nah, hal ini yang membuat ku terjaga di pagi hari yang masih kelam oleh kabut asap yang belakangan ini akrab di langit kota pekanbaru, hingga tak dapat kulihat langit pagi hari yang selalu punya paradigma di pikiranku bahwa langit pagi selalu menggambarkan suasana hatiku di hari ini. kuterjaga karena mimpiku yang justru menggambarkan sebuah cerita miris dan klasik dari hidupku, bukan mimpi yang kudambakan, yaitu mimpi bergelimang harta dan menjadi "seseorang", mimpi umum bagi orang yang sudah lama atau sama sekali tidak merasakan dompet dan sakunya penuh sesak oleh lembaran kertas berlabel BI. gambaran bacaan sebelum tidur sepertinya mempengaruhi dengan dominan mimpiku.

kucoba mengumpulkan kesadaranku dengan menggosok dengan pelan kedua mataku yang masih menuntut untuk tidak menatap dunia di hari ini. kulihat kedua tanganku yang kupadatkan hingga berbentuk bola, sambil sesekali kukembangkan. perlahan kesadaranku terkumpul penuh. kuteringat niatku sebelum melepaskan lelahku di atas kasur padatku, solat malam, hal yang kupelajari dari umi yang selalu terjaga di malam hari untuk menghadap Sang Pencipta dan memanjatkan harapan dan permohonan bagi keluarga kami. hingga saat ini umi tak pernah sadar ketika aku selalu terbangun dan menyaksikannya bergelimang air mata dalam doanya, sesekali aku mendengar suara seraknya karena tertutup oleh getaran yang mengakibatkan genangan air mata di sudut mata tuanya. sering juga kumenyaksikan umi tersenyum bahagia ketika berdoa, mengucap syukur berulang-ulang. hal ini lah yang selalu membuatku memaksa ragaku terbangun di malam hari, karena akalku selalu mengingat file-file ketika umi solat malam/tahajud. beberapa kali aku pernah mencobanya, karena seringkali aku bangun sekedar untuk melanjutkan tidurku lagi, dan efek dari solat malam itu sungguh luar biasa, ketenangan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya, bahkan hari yang kujalani serasa dilindungi dan diikuti oleh kekuatan magis tuntunan oleh tangan yang tak terlihat itu.

"Maryamah Karpov" sepertinya mendorong sendi-sendi kehidupanku tuk menyadari perjuangan setiap orang yang berada di sekelilingku tuk menjalani dan memberi kehidupan. dan ku memang harus menyelesaikan membaca buku yang mempunya kekuatan untuk merubah pandangan dan jalan hidup seseorang. Buku memang mempunya kekuatan ajaib di dalamnya, kekuatan perubahan, kekuatan hidup. Tak salah jika dikatakan sebuah buku bahkan mampu merubah dunia.

Kucoba dari hal terkecil yang dapat kulakukan, seperti umi, dengan segenggam doa, memadukan ikhtiar dan tawakal adalah sebuah cara yang sering terngiang dalam pikiranku, ketika seorang guru idola ku di SLTP mengatakannya dengan penuh kata-kata bijak mengiringinya.

kucoba sadari betapa rapuhnya diriku selama ini. menyisihkan beberapa menit dari hidup untuk memasrahkan diri kepadaNya selalu kulupakan, sengaja melupakannya. egoisme tingkat tinggi, setelah sekian banyak kesempatan hidup yang diberikan kepada kita, namun keinginan bersyukur selalu disingkirkan. harus ada perubahan dalam hidupku, perubahan kecil untuk sesuatu yang besar. betapa kufurnya jika hal ini terus saja tak kupikirkan. segenggam doa umi untuk kebahagiaan keluarga, dan segenggam doaku untuk kebaikan kami.